Kamis, 26 Januari 2012

Fanfiction : I’m Sorry, but I Love Him | Part 2





Title                : I’m Sorry, but I Love Him
Author             : Imach Triple’shawolelf Kyutaewon
Genre              : Romantic, dramatic, garing (?)
Rating             : G
Length            : 2 shoot (Part 2)
Main cast       :
       Cho Kyuhyun
       Yoon Hae Na
       Lee Donghae
Other cast       : Other Super Junior member
Note                : banyak typos, cerita gaje, bikin pusing, tapi cukup menghibur #halah#. jadi sebelumnya saya ucapkan MIANHAE.
                        Dan juga saya mohon RCL untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari FF ini. Saya ucapkan GOMAWO. ^_^
                    
THIS IS IT, MY FANFICTION

~ HAPPY READING ~

Previous story…
“Ah, ne ! emmb, Kyuhyun.. dia bukan yeojachingumu kan?” tanya Eunhyuk.
“Anniyo. Wae ? kau mau hyung? Ambil saja kalau kau mau” jawab Kyuhyun cuek. Melihat sikap Kyuhyun yang enyah tak peduli itu, Hae Na sengaja menginjak kaki Kyuhyun. “Aww..” pekik Kyuhyun.
“Eh, seru bener nih. Ada apa?”…

*PART 2*

HAE NA’S POV :
“Eh, seru bener nih. Ada apa?” OMONA ! siapa kyeopta namja itu?
“Ohh, siapa yeoppo yeoja ini?” katanya lagi. Dia bilang aku yeoppo? Aaaahh ^_^
“Naega..?”
“Yeoja jelek ini sepupuku.” ucap Kyuhyun mendahului pembicaraanku. Dan, apa yang dia katakan ? YEOJA JELEK ? -_-
“Ohh, sepupu ternyata. Lee Donghae imnida” namja yang bernama Donghae itu mengulurkan tangannya. Aaaaa, jinjayo? ^^ ah, ottokhae? Wajahku pasti sudah berubah merah seperti tomat :o
“Hae Na imnida. Bangapseumnida” aku balas menggenggam tangannya dan mulai berkenalan dengannya. Oh My God, aku siap meleleh.. tapi…
“Hae Na, kau di sini dulu, aku mau pergi. Hyung, aku titip bayi ini ne” Kyuhyun menepis tanganku saat bersalaman dengan Donghae. Arrggh, bocah ini!!
“Ne.. serahkan dia pada kami” balas Siwon. Yak! Kau, pergi sana!! –‘

AUTHOR’S POV :
Selama Hae Na ‘dititipkan’ pada Donghae dkk, dia mulai berkenalan dengan teman-teman Kyuhyun. Dia benar-benar merasa senang bisa berkenalan dengan orang yang asik untuk diajak ngobrol, terutama Donghae. Donghae mudah menerima Hae Na yang baru kenal dengannya beberapa detik yang lalu. Bahkan mereka sudah saling bercanda, mengejek malah!
“Aku kembali..” tiba-tiba Kyuhyun datang kembali.
“Aiissh, kenapa kau kembali? Mengganggu saja..” protes Hae Na.
“Suka-suka aku dong, ini kan kampusku. Napa loe sewot?” Kyuhyun balik protes pada Hae Na.
“Sudah, sudah.. kalian ini bersepupu kok malah bertengkar gitu sih?” kata Yesung melerai Hae Na dan Kyuhyun.
“Kajja masuk kelas. Kau ingin bolos di hari pertama kau kuliah? Hyung, aku duluan ne.” Kyuhyun segera menarik Hae Na begitu berpamitan pada temannya dan masuk ke kelas.

***

HAE NA’S POV :
Sudah satu semester aku kuliah di kampus Kyuhyun, kampus Donghae tentunya. Ah, seandainya bocah tengik (Kyuhyun) itu tidak berada di sini, mungkin hidupku lebih tenang. Sayangnya Tuhan mengatur jalan yang lain…
“Hae Na, cepat kerjakan tugasmu! Kau pikir aku di sini hanya duduk untuk melihatmu melamun?” kata Kyuhyun mengagetkanku dari lamunan. Aahh, dia.
“Nde! Aku sedang bersantai sejenak. Dari tadi aku harus mendengarmu mengoceh dengan angka-angka yang membuatku pusing. Istirahat dulu lah, kau pasti capek.” celotehku panjang lebar padanya.

Ddrrrrt.. ddrrrt… ddrrrrt…
Kuambil ponselku dan kulihat ada apa yang terjadi di layar ponselku. Aaaaaa?!
“Yeoboseo..”
“…”
“Anniyo, wae oppa?”
“…”
“Oh, ne ne..”
“...”
“Arraseo.. Ne Oppa”
Tutt.. Tuutt.. Tuutt..
“Nugu?” tanya Kyuhyun setelah kututup telponku.
“Donghae oppa!”

KYUHYUN’S POV :
Ponsel Hae Na yang bergetar segera diambil Hae Na. Ada apa? Kenapa dia membelalakkan matanya kaget?
Setelah dia menutup teleponnya, aku coba tanya siapa yang meneleponnya. “Nugu?”
“Donghae oppa!” MWO?! Donghae?
“Bahkan kau memanggilnya oppa? Aku saja yang calon tunanganmu tak kau panggil oppa” tanyaku heran karena Donghae hyung dipanggil Oppa olehnya.
“Wae? Kenapa aku harus memanggilmu oppa? Kau lebih pantas dipanggil p-a-b-o.. pabo. Hahaha” dia malah menertawakanku.
“Apa kau bilang? Pabo?” tukasku menatap tajam padanya. Yah, inilah tatapan ‘Evil’ ku.
“Eh Kyuhyun, Donghae oppa itu orangnya bagaimana sih? Dia.. orang baik kan?” tanyanya padaku. Dia mengabaikan perkataanku –‘.
“Wae?” tanyaku balik.
“Ahh, cepat jawab aku lah.. Oppa,, jebal” ucapnya dengan menggenggam tanganku. Oh, merayu ceritanya?
“Donghae hyung itu orangnya baik. Dia ramah pada orang lain, terlebih pada orang ang lebih muda darinya, dia sangat perhatian. Kau tak pantas untuknya, karena kau terlalu bawel dan banyak maunya” kataku padanya. Kulihat dia hanya memonyongkan bibirnya setelah kuejek. Hah, lucu juga yeoja ini. Lucu?
“Hissh, bilang saja kalau kau tak rela aku dengan Donghae oppa :p” kata Hae Na tiba-tiba. Dia bilang apa tadi? Aku tak rela dia dengan Donghae? Sangat-sangat rela Nona!
“Ah, sudahlah Kyu. Aku pulang dulu. Aku harus tidur dan tidak boleh bangun kesiangan besok.” Kata Hae Na lagi.
“Memang mau kemana kau bangun pagi?” tanyaku penasaran.
Dia menatapku lekat-lekat dan menjawab pertanyaanku, “Donghae oppa mengajakku jalan-jalan besok. Ber-du-a.. hhaaha. Sudah dulu yah, Kyu. Bye”.

Aku berjalan menuju kamarku dengan sedikit gontai. Kuhempaskan tubuhku ke kasurku yang empuk. Kupejamkan mataku, yang ada hanyalah pikiran Donghae dan Hae Na yang besok akan ‘kencan’. Stop Kyu! Apa yang kau pikirkan? Jangan bilang kau cemburu pada mereka!
 “Arrrgghh!!” Oke, silahkan bilang aku pengecut karena tak mau jujur pada tunanganku sendiri kalau AKU CEMBURU PADANYA ! -.-

***

AUTHOR’S POV :
“Kyuhyuun!”.. Kyuhyun yang saat itu sedang duduk melamun, tersadar setelah mendengar ada yang memanggilnya. Dia berdiri bingung melihat seorang yeoja berlari ke arahnya dengan girangnya.
“Mwoya?” tanya Kyuhyun singkat pada yeoja itu. Yeoja itu tak menjawab pertanyaan Kyuhyun, tapi dia malah memeluknya.
“Hey, apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun lagi pada yeoja itu. Walau dia benar-benar gugup dengan apa yang terjadi, tapi dia cukup senang dengan moment ini. Ya, karena yeoja itu adalah Hae Na.
“Nan jeongmal haengbokhae, Kyuhyun.” ujar Hae Na.
“Hah, pasti karena kencanmu berjalan lancar kan? Apaan deh kamu itu” ucap Kyuhyun ketus.
“Ye, bukan hanya itu. Kau pasti takkan mempercayainya. Karena apa? Karena sekarang aku jadi yeojachingu seorang Lee Donghae yang begitu sempurna. Kyuhyun, bukankah ini sebuah keajaiban?” kata Hae Na dengan begitu girangnya. Saking girangnya, dia membuat Kyuhyun tak bisa bernafas karena dia terlalu erat memeluk Kyuhyun.
“Oh. Chukkae!” balas Kyuhyun singkat. Dia terlihat tidak bahagia mendengar bahwa Hae Na dan Donghae menyandang status ‘berpacaran’.
“Aiissh, hanya itukah yang keluar dari mulutmu, Kyu? Bukankah kau senang, kita akan batalkan pertunangan kita. Aku kan sudah punya Donghae” tukas Hae Na melepas pelukannya. Dia menatap Kyuhyun sejenak, sama sekali tak ada senyum di wajahnya.
“Ya, itu bagus. Karena kita tak akan bertemu lagi denganmu. Sekali lagi chukkae.” ujar Kyuhyun kemudian berlalu dari Hae Na.

***
Sudah satu bulan Hae Na tak bertegur sapa dengan Kyuhyun. padahal setiap hari dia bertemu Kyuhyun di kampusnya. Hae Na merasa saat dia ingin mendekati Kyuhyun, Kyuhyun selalu menghindar. Hae Na selalu memikirkan apa yang membuat Kyuhyun menghindar darinya.
Hae Na pergi ke taman dekat kampus sekedar untuk menyendiri saja. Tetap saja, yang sedang dipikirkannya adalah Kyuhyun. Ddrrrrt.. ddrrrt… ddrrrrt… ponsel Hae Na bergetar. Ada foto Donghae di layar ponselnya, ya itu panggilan dari Donghae, namjanya.
“Yeoboseo..”
“...”
“Ne, aku akan ke sana”...

HAE NA’S POV :

@Food Court...
“Chagiya..” seseorang berteriak dengan suara yang sudah sering kudengar. Ya, namjaku Lee Donghae. Dia melambaikan tangannya ke arahku dan aku pun menghampirinya.
“Ada apa, Oppa?” tanyaku padanya.
“Let’s have lunch with me. Kau belum makan siang kan?” tanyanya lembut, tak ketinggalan senyumnya yang aku sukai.
“Ne.. Kau yang bayar kan?” balasku padanya.
“Ahh, nde. Aku yang bayar, kau ini suka cari gratis yah. Haha” kata Donghae sambil mencubit hidungku.
“Hey, Donghae. Eh, Nona Hae Na ada juga ya. Wah, kelihatannya ganggu nih aku” tiba-tiba Eunhyuk datang membawa pasukan yang lain. Kecuali Kyuhyun.
“Hey, ayo sini gabung makan siang bareng. Aku yang traktir deh” kata Donghae pada Eunhyuk cs.
“Jinjayo? Nggak ganggu nih?” tanya Sungmin.
“Anniyo, asal kalian tidak mengambil jatah makan siangku.” kataku sembari tertawa.
Mereka akhirnya bergabung dengan kami. Kami juga berbincang-bincang seru siang itu. Sebenarnya aku tak begitu selera untuk makan siang itu, tapi karena Donghae biarlah aku turuti makan siang dengannya. Lagipula dia yang traktir.
“Oppa, Kyuhyun kemana? Kok dia nggak ikut?” tanyaku pada mereka. Aku benar-benar ingin menanyakan Kyuhyun.
“Mollayo. Akhir-akhir ini dia tidak sering kumpul bareng kita. Entah apa yang membuatnya begitu, mungkin dia sedang galau” ujar Siwon.
Mendengar itu, aku tidak selera untuk makan. Aku hanya minum sedikit jus ku.
“Oppa, aku pulang dulu ya. Aku sedikit nggak enak badan nih. Chagiya, gomawo traktirannya yah” kataku pada mereka.
“Aiih, cepat sekali? Apa karena kita mengganggu momen istimewa kalian?” tanya Ryeowook. Aku hanya tersenyum.
“Anniyo.. aku memang sedang tidak enak badan. Aku pulang dulu ye, bye.” Ucapku dan segera pergi pulang.

AUTHOR’S POV :

@Rumah Hae Na..
Sore itu, Hae Na dan eommanya sedang bersantai melihat televise di ruang keluarga.
“Hae Na, bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun? baik kan?” tanya eomma Hae Na.
“Hmm, mollayo. Dia selalu menghindar saat aku dekati dia. Eomma, apa yang buat dia seperti itu ya?” ujar Hae Na.
“Apa kau punya namjachingu? Mungkin dia cemburu karena kau punya namjachingu.” Kata eomma Hae Na. Hae Na terbelalak kaget.
“Namjachinguku.. Kyuhyun cemburu padaku? Tapi dia tak pernah bilang kalau dia suka aku, eomma.” Kata Hae Na menyangkal. Dia tak percaya kalau Kyuhyun cemburu padanya karena dia berpacaran, apalagi dengan temannya.
“Namja itu sama rumitnya dengan seorang yeoja. Kadang dia terlalu cepat mengungkapkan perasaannya pada orang lain, itu karena dia berani. Tapi ada juga yang terlalu lambat mengungkapkannya karena dia tak punya alasan untuk berani. Mungkin seperti gengsi pada yeoja yang dia sukai sendiri.” Celoteh eomma Hae Na. Hae Na hanya mengangguk dan melayangkan pikirannya terhadap apa yang dibicarakan eommanya.
Drrrt.. Drrrt.. Drrtt.
Kuraih ponselku di atas meja. Ada SMS..

From : Chagiya

Chagiya, malam ini ada acara nggak kamu? Kencan yuk, nan neomu bogoshipoyo.. J

Reply To : Chagiya

Malam ini, tak ada acara. Ah? Kencan lagi? Apa kau tak bosan? Haha, nde.. di mana?

From : Chagiya

@ Saphire Blue Resto, I will wait you there at 8 o’clock. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu, chagi. OK?

Reply To : Chagiya

Ne, chagiya.. asal jangan bom ya. Hehe :D

HAE NA’S POV :
Pukul 8 malam, aku sudah tiba di Saphire Blue Resto. Aku masuk ke dalam, tapi tak ada orang sama sekali.
“Silakan masuk, Nona. Namjamu sudah menunggu di dalam.” Kata seorang pelayang resto itu. Aku pun segera masuk ke ruang ‘special’ di mana Donghae sudah menungguku di sana.
“Kau menunggu lama, chagi?” tanyaku pada Donghae yang sedang memandang ke luar jendela. Dia tampak gelagapan setelah aku datang, oh.. dia gugup tepatnya.
“Anniyo.. kau datang satu tahun lagi pun aku masih di sini menunggumu, Chagi.” Katanya sambil tersenyum padaku. Senyum yang mampu menenangkan hatiku, saat galau sekalipun.
Dia menarik kursi untukku dan aku langsung duduk. Kulihat suasana ruang itu, indah sekali. PETT! Lampu mati tiba-tiba, kudengar Donghae menepuk kedua tangannya satu kali. Dan, aku mulai terpana dengan apa yang terjadi. Di sekeliling meja makanku dan Donghae itu bertabur bunga mawar merah membentuk simbol ‘Love’. Dan juga cahaya lilin yang menambah suasana indah malam ini.
“Oh, chagi.. romantis sekali ini. Jeongmal choahaeyo. Gomawo” kataku pada Donghae.
Aku benar-benar menyukai ‘sesuatu’ yang telah Donghae berikan padaku. Ini benar-benar seperti yang kubayangkan dulu saat aku berangan-angan menjadi yeojanya. Dan sekarang aku mendapatkannya.
“Jeongmal? Syukurlah kalau kau suka, aku khawatir kalau kau tak suka. Aku senang kalau kau senang, chagi.” Balasnya sambil tersenyum. Lagi.
“Chagi, aku senang kalau kau senang karena aku senang.” Kataku (lagi) padanya. Kami hanya tertawa bersama.
Momen mendebarkan pun tiba, kurasa jantungku mulai berlari marathon karena aku deg-deg’an sekali.
“Hae Na, nae chagi. Jeongmal saranghaeyo, hari ini aku akan memberi kejutan untukmu. Tapi aku ingin dengar langsung darimu kalau kau juga mencintaiku. Dapatkah kau mengatakannya?” kata Donghae yang membuatku makin deg-deg’an.
“Oppa…” belum sempat aku mengatakannya, ponselku berbunyi ada telepon.
“Mian, chagi... –Yeoboseo?... Mwo??... dia baik-baik saja kan?... nde, aku akan ke sana..-“
“Ada apa?” tanya Donghae.
“Mianhae, jeongmal mianhae, oppa. Aku harus pergi sekarang.” Kataku pada Donghae lalu pergi meninggalkannya.

***
@Seoul Hospital..
Aku berlari secepat mungkin walau aku tak tahu aku harus pergi di mana. Yang ada di pikiranku adalah bagaimana keadaan namja itu sekarang.
Aku terus berlari hingga akhirnya aku menemukan namja itu. “Kyuhyun..!”…

KYUHYUN’S POV :
Aku berjalan sedikit gontai karena badanku masih sakit karena kecelakaan tadi.
“Kyuhyun..!” kudengar seseorang memanggilku. Hae Na?
“kau.. Gwaenchana? Kau baik-baik saja kan, Kyu? Mana yang luka?” tanyanya bertubi-tubi.
“Apaan sih? Lihat, cuma diplester sedikit. Bagaimana kau bisa ke sini? Bukankah kau sedang kencan dengan Donghae?” tanyaku padanya. Kulihat dia menatapku dan menangis. Dan sekarang apa salahku membuatnya menangis?
“Kyuhyun.. kau tak tahu betapa khawatirnya aku padamu? Aku, aku takut sesuatu terjadi padamu, Kyu. Selama ini aku tak tahu kabarmu, kau selalu menghindariku. Tahukah kau aku selalu memikirkanmu karena aku mengkhawatirkanmu?” katanya sambil menangis. Kutarik dia ke dalam pelukanku, dan aku mulai menjelaskan padanya.
“Hae Na, aku sadar kau dan Donghae pacaran. Maka dari itu aku coba menghindar darimu agar Donghae tak mengetahui kalau kita akan ditunangkan.”
“Tapi kenapa setiap aku menyapa kau tak mau membalasnya? Nomormu tidak aktif, maksudnya apa? Kau ingin membunuhku karena penasaran dan khawatir ha?” tukas Hae Na dan sedikit memukul dadaku. Apa dia tak tahu kalau aku masih sakit?
“Aku tidak ingin mengganggu kalian berdua, aku mencoba untuk tidak terlalu mendekat padamu, Hae Na. itu saja.” Jelasku lagi. Kali ini aku sedikit sesak untuk mengatakannya.
“Kyuhyun, tak bisakah kau jujur padaku?” tanyanya yang membuatku bingung. Jujur apa?
“Jujur apa lagi?” tanyaku balik padanya.
“Aku ingin kau jujur padaku kalau kau mencintaiku. Kau tak perlu lagi menutupinya, Kyuhyun. Karena, karena aku juga mencintaimu. Aku tak bisa jauh darimu, aku sadar waktu itu.” Dia mengatakan sesuatu yang benar-benar tak kusangka. Dia mencintaiku? Lalu…
“Donghae?”

AUTHOR’S POV :
“Donghae?” tanya Kyuhyun pada Hae Na.
“Aku cinta Donghae, dulu sebelum aku tahu kalau kau sangat penting dalam hidupku, Kyu. Kau pikir aku tak tahu kalau kau cemburu saat kuberitahu kau kalau aku dan Donghae pacaran? Aku tahu kalau kau cemburu, Kyu. Jujurlah!” ujar Hae Na. Kyuhyun dan Hae Na saling bertatapan. Kyuhyun mulai bicara…
“Saranghae, jeongmal saranghaeyo, Hae Na.” Dalam hitungan detik, Kyuhyun kemudian mencium lembut Hae Na. Pada momen itu, mereka berdua tak menyadarinya bahwa ada seseorang yang melihat mereka saat itu. Ya, seseorang itu adalah Lee Donghae.

***
@Acara Pernikahan Kyuhyun dan Hae Na..
“Gamsahamnida..” ucap Kyuhyun dan Hae Na bersamaan. Ya, sejak tragedi di rumah sakit itu mereka mulai saling terbuka satu sama lain. Mereka tidak jadi berencana untuk membatalkan pertunangan mereka berdua. Sehingga hari ini, mereka malah menikah.
“Donghae?” pekik Kyuhyun dan Hae Na. Donghae hanya tersenyum.
“Hey, maknae jelek. Kenapa kau tak bilang kalau Hae Na itu calon tunanganmu? Kalau aku tahu, aku tak akan mengambilnya darimu.” Kata Donghae sambil melayangkan tinju ringan ke bahu Kyuhyun, lalu memandang sekilas ke arah Hae Na.
“Mianhaeyo, hyung. Saat itu aku tahu kalau kalian saling mencintai, jadi aku tak mau merusak hubungan kalian” balas Kyuhyun.
“Arraseo. Kalau begitu jaga baik-baik Hae Na ku. Oh tidak, sekarang dia Hae Na mu. Jangan sampai dia terluka sedikitpun. Ingat itu, saeng” pesan Donghae pada Kyuhyun, kemudian memeluknya.
“Oppa.. I’m sorry, but I love him.. jeongmal mianhae” ucap Hae Na pada Donghae.
“Ah, gwaenchanayo. Bahagialah kau bersama Kyuhyun, jika dia berani menyakitimu, bakar saja PSPnya. OK?” kata Donghae sambil memeluk Hae Na untuk terakhir kalinya.
“Oh, ya. Setelah ini, aku akan ke bandara. Aku akan pergi ke New York untuk kuliah di sana. Jadi, kalian baik-baik ya.” Ujar Donghae yang mengagetkan Hae Na dan Kyu.
“Kenapa mendadak? Ah, nde. Aku akan menjaganya, juga untukmu Hyung.” Kata Kyuhyun. Donghae tersenyum, itulah balasnya. Kemudian dia segera pergi ke bandara menuju New York.
Dan mulai hari itu, Hae Na dan Kyuhyun akan hidup bersama untuk saling mencintai tanpa ada rasa salah pada Lee Donghae ^^.. {Happy Ending}

END

0 komentar:

Poskan Komentar