Minggu, 18 Maret 2012

Fanfiction : Way Back Into Love (Chapter 1)




Title            : Way Back Into Love | Chapter 1
Author      : Nur Halimah (@im304)
Genre        : Romantic, Dramatic, Sad,  Garing (?) *tentukan sendiri!
Rating       : G
Length      : Chaptered
Cast           :
·         Cho Kyuhyun
·         Lee Hye Joon (Ocs)
·         Choi Siwon
·         Jung Inwon (Ocs)
·         Other member of Super Junior

Langsung aja ke cerita.. Readers yang baik, tolong yah nanti RCL FF ini.. menerima kritik dan saran.

WARNING!!
Banyak typos, alur ngga jelas, sulit dipahami, bikin pusing, bikin ngantuk, bikin laper, de el el. GA SUKA GA USAH BACA ! YANG SUKA SILAHKAN BACA ^^.. SILENT READERS, GO OUT!!

SAY NO TO PLAGIATISM AND NO BASHING!!

~HAPPY READING~

Hye Joon’s POV
You're my everything to me
You're my everything to me
haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri
geudaeneun naman ui sarang
yeonywonhan namanui sarang
uri saranghaeyo
geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo
                                Taeyeon ft The One – Like A Star

Kumainkan sebuah lagu di Ipodku. Diiringi alunan lagu itu, kunikmati sejuknya angin dan pemandangan indah di padang rumput. Kurasakan tenang, seperti melayang di awan (?)..
“Awww..” pekikku. Seorang namja jail tiba-tiba mencubit pinggangku. Kulihat namja itu tertawa, tawa yang amat sangat ku kenal. Ya, tawa seorang namjachinguku, Cho Kyuhyun.
“Weekk :p” godanya sambil menjulurkan lidahnya ke arahku.
“ Awas kau ya!”. Kukejar dia dan bila tertangkap, ingin kuberi pelajaran karena telah mengganggu ketenangan yeojanya –aku-. Tapi…... gila! Dia lari cepat sekali?! Aku tak bisa mengejarnya.
“hhah, huhh... sudahlah Kyu, aku capek” aku menyerah dan memutuskan kembali ke tempatku semula. Saat aku berjalan kembali, tiba-tiba Kyuhyun memelukku dari belakang.
“Saranghaeyo” ucapnya. Senyumku pun terlepas dari bibir kecilku.

Kyuhyun’s POV
“Saranghaeyo”..
Lee Hye Joon, jeongmal saranghaeyo. Aku ingin memilikimu selamanya, seutuhnya. Aku tak ingin pergi jauh darimu, Hye Joon.
“Nado saranghaeyo, Cho Kyuhyun” begitulah balasnya. Aku bisa melihat dia tersenyum walaupun aku berada di belakangnya saat ini. Namun, hatiku rasanya seperti teriris. Sungguh, aku tak tega melihat apa yang akan terjadi nantinya.
Kulepas pelukanku, dia berbalik ke arahku dan tersenyum. Aku pun tersenyum simpul padanya. Lalu kuajak dia duduk di bawah pohon yang rindang.
“Chagiya”
“Ne.. Waeyo?”
“Hye Joon, jeongmal saranghaeyo. Aku ingin selalu bersamamu. Aku tak ingin meninggalkanmu. Kau percaya kan?”
“Ne, Chagi. Kau selalu mengatakannya berulang-ulang setiap hari. Kata-katamu sudah kuhafal di luar kepala” katanya sambil tersenyum. Kuacak rambutnya sambil tersenyum. Aku berdiri, dadaku mulai terasa sesak. Kucoba untuk to the point.
“Lee Hye Joon, aku punya sesuatu untukmu”...

Author’s POV
Hah? Liontin? Tumben sekali dia memberiku barang seperti ini? Batin Hye Joon.
“Dalam rangka apa kau memberiku liontin ini, Kyu?”
“Jika kau rindukan aku, lihatlah foto kita berdua di liontin ini”
“Kyuhyun, kau aneh sekali sih hari ini? Maksudmu apa?”
“Dengarkan aku, Hye Joon. Sebenarnya aku tak sanggup mengatakannya. Mianhaeyo, tapi aku harus pergi dari Seoul...”
“Pergi meninggalkanku sendiri di Seoul ini? Kau yakin Kyu? Hah, KAU JAHAT KYU.. KAU JAHAT!!”
“Hye Joon, dengarkan aku. Aku bisa menjelaskann..”
“Penjelasan apa? Aku tak butuh penjelasanmu, Kyu. Kau jaha..”
CHU~

Hye Joon’s POV
CHU~ dia memeberikan ciuman lembut untukku saat dia berhasil membuatku sedih karena dia akan meninggalkan Seoul, dan tentunya meninggalkanku.
Kubuka mataku. Kyuhyun menghilang, benar benar menghilang. Aku tak percaya ini, aku bisa merasakan air mataku mengalir kini. Mengapa dia bisa-bisanya menginggalkanku? Bagaimana hidupku nanti? Dengan siapa aku harus hadapi hidup ini? Aku tak punya siapa-siapa lagi selain dia di Seoul. Oh Tuhan, bagaimana ini?  T_T

Author’s POV
Hye Joon merasa lemah dan putus asa (java : mutung). Dia tak tahu kemana dia harus pergi. Secara dia tinggal sebatang kara di Seoul. Tak ada semangat dalam jiwanya. Semua rasa sedih, tak rela, marah, bingung dan kecewa kini melebur menjadi satu. Hye Joon belum bisa menerima kenyataan bahwa ia harus berpisah dengan namjachingunya, Cho Kyuhyun. Karena hanya Kyuhyunlah orang yang ia kenal di Seoul selama ini.

***
Hye Joon berjalan tanpa tujuan ke pusat kota. Ia tak peduli orang lain memandanginya terus, karena Hye Joon menangis terus sepanjang jalan. Tanpa ia sadari, ia sudah berada di tepi jalan. Dia terus berjalan dan CKIIIIIIK!! BRUKKK.

Siwon’s POV
CKIIIIIIIK!!
“Harrgh, dasar yeoja babo! Mana bisa dia menyeberang jalan saat mobilku lewat?” keluhku.
“Siwon, kajja keluar. Kita lihat apa dia baik-baik saja” ajak Teuki hyung. Dengan berat hati, aku keluar dari mobilku dan menghampiri yeoja itu.
“Noona, apa kau baik-baik saja?” tanya Teuki hyung sambil membantu yeoja itu berdiri. Yeoja itu hanya diam saja dan memegangi tangannya yang luka tidak begitu parah.
“Hey, noona. Apa kau tidak bisa memahami rambu jalan? Bagaimana bisa kau menyeberang jalan di saat rambumu belum menyala? Kau mau cari mati di jalan raya apa?” ocehku padanya. Kulihat dia menatap tajam ke arahku.
“Duh, ampun bos.. aku keceplosan” ucapku mendelik di belakang Teuki hyung.

Hye Joon’s POV
Kutatap tajam namja bertubuh ideal itu. Kulihat wajahnya takut setelah menatap mataku. Hey boy, kau mengoceh panjang sekali! Dasar.. Namun, lama-lama kulihat samar dua namja yang telah menghampiriku. Gaswat! sepertinya ada gejala aku bakal pingsan nih (?). daan.. tring! Aku pun pingsan di dekapan namja bawel itu.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Hye Joon’s POV
Kutatap tajam namja bertubuh ideal itu. Kulihat wajahnya takut setelah menatap mataku. Hey boy, kau mengoceh panjang sekali! Dasar.. Namun, lama-lama kulihat samara dua orang namja yang telah menghampiriku. Gaswat! Kayaknya ada gejala aku bakal pingsan nih (?). daan.. tring! Aku pun pingsan di dekapan namja bawel itu.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Siwon’s POV
“MWO?! Jangan gila hyung, kau bilang kau mau membawanya pulang ke rumah ?”
“Orang bijak pasti akan melakukannya kalu melihat kejadian seperti ini” jawab Teuki hyung dengan gaya sok bijaknya #pletakk!
“Tapi hyung, di rumah kita 9 orang yang tinggal. Namja semua lagi. Bagaimana mungkin dia bisa tinggal di rumah kita?”
“lalu, apa kita akan meninggalkannya dalam keadaan pingsan seperti ini di tepi jalan?” jawab Teuki hyung lagi. Aku tak bisa menolaknya, karena bagaimanapun juga Teuki hyung ada benarnya.
“Ne, gwaenchana” balasku menyerah.
“Tapi kau saja yang menyeretnya masuk ke mobil”

Author’s POV
 Tiba di rumah…...
Semua penghuni rumah itu menatap Teuki dan Siwon seolah meminta ‘pen je la san’.
“Kau tanya sendiri pada Hyungmu itu. Mungkin dia sedang konslet” ucap Siwon.
“Begini. Di jalan tadi, Siwon tak sengaja menabrak yeoja itu. Tak lama kemudian, yeoja itu pingsan. Daripada kenapa-kenapa, kubawa saja dia kemari” jelas Teuki kepada dongsaeng-dongsaengnya.
“Ooh..” begitu bunyi paduan suara mereka #backsound : SNSD-Oh!# *plakk!
“Hey! Macam mana bisa kau salahkanku telah menabraknya? Dia yang tidak melihat rambu…...” protes Siwon.
“Ssssstt….. Yeoja itu bangun”..

Hye Joon’s POV
DEG! Acara apan sih ini? Kok namja semua yang ada? Apakah di dunia ini hanya ada namja-namja selain aku? ANIYOOO!!
“Eh, noona? Kau sudah baikan kah?” tanya seorang namja berambut blonde.
“Mungkin dia berpikir kita akan meng’apa-apa’kan dia. Hah, kami tak mungkin melakukannya noona. Level kami tidak seperti kau” kata seorang namja lagi dengan bodynya yang ideal seksi itu #plakk!. Tunggu! Sepertinya aku pernah melihatnya. HEY, NAMJA ITU! Kenapa dia ada di sini? SIAL > <

Author’s POV
Hye Joon dan Siwon saling menatap tajam. Seperti ada suatu kebencian di antara mereka (?). Teuki yang mengerti sikon ini segera angkat bicara.
“Noona, perkenalkan aku. Lee Teuk imnida. Kau masih ingat aku kan?”
“Hmm.. kau yang menabrakku di jalan tadi kan? Bersama namja jelek itu?” kata Hye Joon sambil menunjuk Siwon. Siwon hendak memprotes, namun Teuki memberi pertanda agar Siwon tidak melakukannya.
“Eh, ne.. kalau begitu yang kau ingat, gwaencana” ucap Teuki dengan agak canggung.
“Bagaimana bisa aku di sini? Kalian yang membawaku kemari?”

Siwon’s POV
MWO? Apa yang dia bilang? Aku namja jelek?! Hey, apa dia perlu memakai kacamata berlensa rangkap? Wajah cute, body seksi, senyum maut, model lagi. Bukankah semua telah kumiliki? Dasar yeoja babo ><
“Ne, tadi kau pingsan di jalan. Teuki hyung khawatir, daripada terjadi apa-apa dia membawamu kesini dulu. Kaulau kau sudah lebih baik, kau bisa pulang dan kembali dengan keluargamu” kata si Donghae dengan lemah lembut. Tapi, tak ada badai tak ada petir, yeoja itu menangis. Huh, acara apaan sih ini? :o

Hye Joon’s POV
“... kau bisa pulang dan kembali dengan keluargamu..”
KELUARGA? Aku kembali teringat akan kejadian yang telah membuatku sedih depresi seperti ini (?). aku menangis.
“Noona, wae?” tanya namja gendut. Tangisku makin keras. Aku kembali teringat Kyuhyun yang telah meninggalkanku. “Kyuhyun, kau jahat sekali. Aku membencimu!”
Namja-namja di sekelilingku menatapku penasaran, termasuk namja jelek itu. Ternyata dia masih ada rasa peduli pada orang lain yah? #pletakk!!
“aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Mereka sudah meninggalkanku. Ayah, ibu dan juga orang yang aku sayangi” aku mencoba untuk menjelaskannya. Semua namja terdiam dan saling menatap satu sama lainnya. “Kau tinggal di sini saja. Kami akan menjagamu”..

Siwon’s POV
ANIYO, DONGHAE! Tidak bisa, tidak bisa. Kalau dia tinggal di sini, mau ditaruh mana dia? Semua kamar sudah penuh. Ahh, hyuung!
“kasihan dia, tak punya keluarga. Tak ada yang menjaganya” kata Donghae.
“Lalu jika dia tinggal di sini, dia tidur dimana?” protes Heechul.
“Ahaa! Aku sangat iklas kalau dia tidur denganku :p” celoteh Eunhyuk.
“Aniyo!” teriak semuanya. “alaa :(” kata Eunhyuk yang gayanya seperti Upin Ipin #plakk!
Aku ingin tertawa saat Eunhyuk menggembungkan pipinya. Dasar namja yadong! Maunya.. ^^
*Back To The Story*
“Begini saja. Karena yang tidur sendiri dalam kamarnya hanya Yesung dan Siwon, biar saja mereka berdua tidur di salah satu kamar mereka. Yesung atau Siwon. Nah, yeoja itu bisa tidur di kamar yang kosong milik Yesung atau Siwon” jelas Donghae panjang lebar. Penjelasan Donghae membuatku sesak jantung (?). aku tidur bersama Yesung? Aniyo! Demi Neptunus ataupun Casper, lebih baik aku tidur dengan Shindong di kasur yang sempit daripada tidur dengan pengigau yang aneh itu. Hiii..
“Bagaimana Siwon? Kau mau kan?” tanya Teuki memastikanku. “Aa...” belum kulanjutkan, kulihat yeoja itu. Dia masih menangis. Sungguh tak tega aku melihatnya..
“Aku sesuju kalau begitu. Gwaenchana, biar dia tidur di kamarku”..

Author’s POV
Semua terperanga, mereka semua heran. Tidak disangka Siwon rela menyerahkan kamarnya untuk Hye Joon.
“Dia aneh ya? Kita masuk ke kamarnya saja belum boleh. Dengan mudahnya dia menyerahkan kamarnya pada yeoja itu?!” celoteh Sungmin tak percaya.
“Ne, mungkin dia jatuh cinta pada yeoja itu” sahut Ryeowook.
“Tepatnya ‘Cinta Pada Pandangan Pertama’ “ kata Eunhyuk sok romantis. Tiba-tiba...
            Pandangan pertama awal aku berjumpa
            Treeng..treng..treng..
Semua melirik ke arah Yesung. “Hehehe..” hanya itu yang terucap dari Yesung. Konyol sekali bukan kalau dia memberi backsound lagunya Slank-Pandangan Pertama (?).
*Back To The Story*
“Hey, noona. Kau bisa pakai kamarku. Tapi jangan kau obrak-abrik barang-barangku” kata Siwon.
“Ne.. Gamsahamnida” jawab Hye Joon sambil mengusap tangisnya.

-To Be Continue-

0 komentar:

Poskan Komentar