Rabu, 18 Juli 2012

Fanfiction : Be Mine (Chapter 4)


Title           : Be Mine [Chapter 4]
Author      : Nur Halimah (@im304)
Genre       : Romantic, Dramatic, Fiksi, Horor, Konyol, Yadong, Garing (?) *tentukan sendiri!
Rating       : PG +13
Length      : Multi Chapter
Cast           :
·         Cho Kyuhyun – Super Junior
·         Henry – Super Junior
·         Lee Dongbin
·         Lee Eun Hee
·         Other…

Annyeong readerdeul!! Balik nih bawa Chapter 4. Yang kemarin gimana? Semoga ga bikin pusing ya alurnya ^^. Hope you like it :D

Langsung aja ke cerita.. Readers yang baik, tolong yah nanti RCL FF ini.. menerima kritik dan saran.

WARNING!!
Banyak typos, alur ngga jelas, sulit dipahami, bikin pusing, bikin ngantuk, bikin laper, de el el. GA SUKA GA USAH BACA ! YANG SUKA SILAHKAN BACA ^^.. SILENT READERS, GO OUT!!

SAY NO TO PLAGIATISM AND NO BASHING!!

~HAPPY READING~

Previous Story:
“Hey, Kyuhyun! Kau tak tahu apa yang sudah kau lakukan? Mengapa kau memukul namjaku, hah?!” “Neo… paboya yeoja!”

Dongbin’s POV:
Huh? Apa yang kau katakan tadi? Naega paboya yeoja?
“Chagi, gwaenchana?” aku mencoba untuk membangunkan Henry yang tersungkur setelah mendapat pukulan dari namja setan –Kyuhyun.

“Eumb” dia hanya menganggukkan kepala sambil mengelap bibirnya yang berdarah dengan ibu jarinya.

“sini kuobati dulu” aku pun membantunya berjalan ke UKS untuk mengobati lukanya.


***
“Sebenarnya apa yang terjadi? Apa kalian punya masalah?”

“Anni, memang masalah apa yang mungkin membuatku bertengkar dengannya?”

Aku berpikir sebentar “Mungkin karena kau cemburu padaku dan Kyuhyun, lalu kau bertengkar dengannya”

Henry, malah tertawa. Sempat-sempatnya dia tertawa dengan bibir luka seperti ini.. tidak sakit apa?

“Tidak mungkin. Kau sendiri kan dulu pernah bilang kalau kau malah benci sikap Kyuhyun” eh, jinja?

“Sudahlah, mungkin dia tidak rela kau jadi milikku”

“Heeh?!”

***
“Hey, kau setan nakal! Apa yang kau lakukan pada Henry kemarin?” bentakku sambil menggebrak mejanya. Saat itu kami berada di food court.

“Kau tidak punya sopan santun? Mengapa kau selalu menggangguku?”

“Kalau begitu seharusnya kau memukulku, bukan Henry” ucapku memprotes. Dia menatap tajam ke arahku, entah apa yang ingin dia lakukan.

“Baiklah” apa?! Dia mulai mengangkat tangannya ke atas, hendak memukulku. Mati aku!

Di saat momen-momen menegangkan in…
“Hentikan!” Henry datang menyelamatkanku. Dan dia… meninju balik Kyuhyun? OMG!

“Kau berani melukai yeojaku, awas saja kau” tukas Henry. Oh, kau memang heroku, Henry :*

“Jinja? Bahkan jika kau sendiri yang melukainya, apa yang akan kau lakukan?” balas Kyuhyun mencoba untuk bangkit.

“Apa maksudmu?” Henry mulai maju untuk menyerangnya lagi, tapi aku menahannya agar tidak melakukannya.

“Karena yeojamu itu bodoh” hey, kau mengatakanku bodoh lagi?! >-<

***
Kyuhyun’s POV:
“Cepat pergi latihan!!”

Lagi-lagi dia menggebrak mejaku untuk kesembilan kalinya. Yah, dia si kelinci bodoh bernama Lee Dongbin itu.

“Kita sudah berlatih setiap hari, apa masih kurang?” balasku. Ini, tentang latihan dance untuk mengisi event perayaan SMA se-Seoul. Padahal ini kan hanya untuk event, mengapa harus berlatih sekeras itu?

Dia terus mengoceh dan mengoceh, entah apa yang dia katakan, aku tak mendengar. Aku lebih berkonsentrasi pada PSP. Tiba-tiba..

“Yak! Kembalikan PSP ku, Dongbin-ya!” dia mengambil PSPku dan menyembunyikannya di dalam jaket yang dia kenakan.

“Ambil sendiri, nih” dia maju selangkah ke arahku. huh, walau aku terkenal dengan sebutan EvilKyu.. tapi aku juga tak mungkin mengambil PSP yang dia sembunyikan di tempat terlarang itu!!

“Kajja, cepat pergi latihan” aku pun menyerah. Dan menyeretnya untuk segera latihan agar PSPku dikembalikan.

***
“Kau bilang tak perlu latihan keras, kau pasti bisa. Mana buktinya? Gerakanmu saja seperti platypus mencari cacing” OK, dia mengejekku.

“Sudahlah, hari ini sampai di sini dulu” yeah, akhirnya! Welcome back my beloved PSP :)

“PSPku?” pintaku padanya.

“Aku sita..” huh?

“Mwo?!!!” shock jelas, PSP ku mau dibawa pulang oleh nya. Bagaimana jika dia memainkan game PSPku dan membuat levelnya jadi turun? Aaaaku tak sanggup membayangkannya :o

“Sampai kau serius bisa dancenya” hezzzzzz –‘

Author’s POV:
Dongbin masih duduk di bangku pinggir ruangan. Dia belum pulang dari latihannya.

“Kau masih di sini?” tanya Kyuhyun pada Dongbin yang sedang melirik jam tangannya.

“Seperti yang kau lihat” jawab Dongbin singkat. Dia sedang malas untuk bercakap dengan Kyuhyun yang sudah membuatnya bad mood. Ya, karena Kyuhyun tidak mau serius latihan.

“Kajja, kuantar pulang” tawar Kyuhyun.

“Chagiya!!” dari kejauhan Henry melambaikan tangan pada Dongbin. Senyum merekah di bibir Dongbin. Dia segera berlari menuju mobil Henry dan pulang bersama namjanya itu. Sedangkan Kyuhyun yang tadinya menunggu Dongbin?

“Haha, dasar paboya yeoja” tukasnya sambil tertawa kecut.

***
Hari ‘H’ sudah tiba. Hari dimana Dongbin dan Kyuhyun akan duet dance di depan banyak siswa SMA se-Seoul raya. Hari di mana mereka harus menampilkan yang terbaik yang bisa mereka persembahkan.

“We can do it. Together we can” ucap Dongbin berbisik pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum dan melirik jam di Iphone nya.

Selanjutnya, peserta nomor 0013 : Lee Dongbin dan Cho Kyuhyun..

Kyuhyun menghembuskan nafas sedikit berat. Dia menyadari dia tidak begitu serius saat latihan dulu, maka dari itu dia khawatir.

Kyuhyun’s POV:
“Hey, katalog berjalan!”

Aku menengok ke belakang. Dan kudapati Dongbin melambai ke arahku. Ada apa lagi kali ini?

“Tidak bisakah kau memanggilku dengan nama asliku?” ujarku ketus.

“Semua orang menyebutmu begitu” OK, aku tahu mengapa aku disebut ‘katalog berjalan’. Dan sebenarnya aku tidak suka sebutan itu, tampak tidak keren. Katalog berjalan, itu karena aku hampir tahu seluruh nomor buku di perpustakaan dan para penghuni lebih sering bertanya padaku tentang buku yang dicari daripada bertanya pada penjaga perpustakaan –‘

“Kyuhyun, coba lihat ini!” dia memberiku selembar kertas berwarna biru muda. Benarkah ini?

“Kita masuk babak final, Kyuhyun!” pekik Dongbin dan tiba-tiba… memelukku?

“Sudah, hentikan. Lalu apa yang akan kita lakukan? Finalnya setelah ujian kan?” aku mencoba mendorongnya agar melepas pelukannya. Khawatir jika ada orang yang melihat kami berpelukan di perpustakaan.

“Tentu saja kita harus sering berlatih. Setiap hari dalam seminggu! Satu hari 4 jam latihan!” Mwo?!

“Kau gila? Minggu depan aku ujian kelulusan. Kau ingin aku tidak lulus dengan menyita waktu belajarku?” protesku. Jujur saja, jikalau ada ujian, aku tidak belajar. Itu membuatku tambah pusing.

“Kau segera lulus itu bagus. Lebih cepat lebih baik. Aku bosan melihatmu” ucapnya. Oh begitu? OKE!

Ya, minggu depan adalah hari perjuanganku yang menentukan apakah aku lulus dari sekolah ini. seharusnya aku bisa lulus bersama Dongbin dan sekawanannya yang sekarang masih di kelas XI, tapi karena aku ikut program akselerasi, jadi harus bagaimana lagi?

“Baiklah, nanti kita latihan. Tapi dua jam saja ya?” ucapku. Dia tersenyum seakan menjawab ‘Ne’ sambil melambaikan tangan ke arahku. ya, dia Dongbin si kelinci bodoh yang masih saja dibodohi oleh namjanya sendiri. Henry.

Henry’s POV:
Hari ini Dongbin menyuruhku untuk datang di pertunjukan dancenya pada babak final. Dan masih seperti biasa, duetnya adalah setan sok bernama Kyuhyun.

Aku masih belum mengerti mengapa dulu dia berani menghajarku, mengajak bertengkar. Bahkan sampai sekarang, dia masih menatapku seakan aku adalah musuh bebuyutannya. Tatapan matanya setajam silet!

“Fighting, chagiya!” ucapku member semangat untuk Dongbin. Dia bilang padaku kalau dia sempat deg-deg’an. Maka aku harus memberinya semangat.

Berbeda dengan pasangan duetnya, Kyuhyun. Bukannya dia memanjatkan doa agar diberi kelancaran saat dance nanti, eh, dia malah asyik bermain PSP bututnya itu. Apa PSP itu adalah istrinya?

“Hey kau! Tampilkan yang terbaik. Jangan membuat yeojaku jadi kecewa” kataku mengingatkannya sebelum maju. Dia melirik sekilas padaku, itu respon darinya. Sial!

***
Semua orang bertepuk tangan setelah melihat penampilan dari Dongbin dan Kyuhyun, termasuk aku. Penampilannya benar-benar memukau, sangat bagus. Walau sebenarnya aku tidak rela pasangan duetnya adalah Kyuhyun.

Aku berjalan menuju back stage. Berniat untuk memberi ucapan selamat pada Dongbin karena sudah melakukan yang terbaik. Dan dia memenangkannya. Tapi…

Yang kulihat saat ini, Kyuhyun dan Dongbin berpelukan. Ya, berpelukan. Entah apa yang membuatku jadi susah untuk bernafas, karena aku melihat dua orang itu tersenyum. Kyuhyun, aku tak pernah melihatnya tersenyum. Apalagi saat dia tersenyum memeluk yeojaku, Dongbin.

“Chukkae” itulah yang keluar dari mulutku. Dan aku segera pergi meninggalkan mereka berdua karena tidak ingin mengganggu momen indah mereka.

Kyuhyun’s POV:
Akhirnya, aku bisa melakukannya :)

“Kyuhyun, kau sudah melakukan yang terbaik. Kita menang!” Dongbin dengan tiba-tiba memelukku tanpa seizinku. Hey!

“Kau juga sudah melakukan yang terbaik, Dongbin” aku tak ingin marah. Justru aku bahagia bersamanya. Ini adalah momen aku bisa akur dengan Dongbin.

“Gamsahamnida, kau sudah mau memanggilku dengan nama asliku” ucapnya sambil tertawa. Aku mendengar suara tawa itu, dan aku tersenyum.

“Chukkae” tanpa aku sadari, Henry melihatnya. Melihat kami sedang berpelukan karena kemenangan ini.

Dongbin pun melepas peluknya dan berlari mengejar Henry. Huh, mengapa yeoja itu masih dibuat buta olehnya?

Dongbin’s POV:
Aduuh, bagaimana ini? bagaimana kalau Henry jadi salah paham padaku dan Kyuhyun?

“Chagi, tunggu aku” aku terus berlari mengejarnya hingga aku bisa menggenggam lengannya.

“Mengapa kau mengejarku? Tidak berpelukan terus saja dengan namja itu?” kata Henry tanpa menolehku. Chagi, kau jangan membuatku semakin merasa bersalah begini..

“Aku reflek memeluknya karena kami menang. Aku berpikir kami akan kalah karena dia tidak pernah serius saat latihan, tapi kami menang. Itu membuatku lega dan senang” aku mencoba menjelaskannya sambil mengikutinya berjalan. Tapi, tak ada respon. Dia diam saja, membuat suasana jadi ‘garing’.

“Chagi, kau marah?”

Dia menghentikan langkahnya dan berbalik arah padaku.

“Tentu saja aku marah. Aku saja yang sudah jadi namjamu tidak pernah kau peluk, lalu dengan santainya kau memeluk namja lain” gotcha!

“Kau cemburu ya? Iya kan?” yak! Ketangkap kau Henry, kau bisa cemburu padaku ya? Haha.

“Anniya. Siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu” sangkalnya. Huh, namja ini!

“Yasudah” aku hanya mencibirnya karena dia tidak mau mengakui kalau dia cemburu. Menyebalkan.

“Lalu mana?” dia tiba-tiba bertanya di saat kami sedang terdiam.

“Apanya yang mana?”

“Jadi kau tidak memelukku? Lebih suka memeluk namja itu?” oh!

Kulihat dia memanyunkan bibirnya. Henry, tahukah kau? Kau lebih imut saat kau seperti itu. Aku suka.

Aku pun berjalan mendekatinya. Dan memeluknya. “Kau puas? Aku sudah memelukmu kan?”

“Jangan lepaskan. Aku ingin lebih lama lagi. Lebih lama saat kau memeluk Kyuhyun tadi”

Aku terus tersenyum dalam peluk itu. Tak peduli semua orang melirik ke arah kami. Aku akan terus bersamamu, Henry. Selama kita saling menyayangi. Ingatlah itu.

TO BE CONTINUE


0 komentar:

Poskan Komentar