Kamis, 02 Februari 2012

Fanfiction : He Is Mine | Part 2 (End)


Title                   : He Is Mine !
Author             : Imach Triple’shawolelf Kyutaewon/Imaah #numpangeksis..
Genre            : romantis, dramatis, konyol, garing (?) #tentukan sendiri.
Main cast        :
       Imah as Lee Hye Joon
       Sandeul B1A4
Other cast      :
       Risky as Lee Hyo Hwa
       Shinbi as Han Soo Ri
       *sensor* as Kim Hye Ri
       All member of B1A4
Rating           : G
Length             : Two Shoot Story
Author’s note      : FF ini merupakan cerita hidupku, readerdeul. Cuman ada beberapa perubahan, terutama endingnya (soalnya aku belum tahu endingnya ^^) #curcol dikit yah :D#
                        Buat readerdeul, persiapkan hati dan nurani masing-masing karena FF ini bakal menegangkan karena alurnya mawut #bakar author *plakk!

Langsung aja ke cerita.. Readers yang baik, tolong yah nanti RCL FF ini.. menerima kritik dan saran.

WARNING!!
Banyak typos, alur ngga jelas, sulit dipahami, bikin muntah, bikin pusing, bikin ngantuk, bikin laper de el el. GA SUKA GA USAH BACA ! YANG SUKA SILAHKAN BACA ^^.. SILENT READERS = GO OUT !

SAY NO TO PLAGIATISM AND NO BASHING!!

----------HAPPY READING----------

Previous Story :
Sandeul memandang heran Hye Joon tanpa berkedip. “Ada yang salah?” tanya Hye Joon pada Sandeul

SANDEUL’S POV :
Di saat aku sedang bosan menunggu Hye Joon, tiba-tiba seorang yeoja keluar dan tersenyum padaku. OMONA, bidadari jatuh darimana ini? *o*
“Ada yang salah?” tanya yeoja itu. Eh, ternyata dia Hye Joon tho?
“Anni.. k-kau cantik, Hye Joon” ucapku tiba-tiba. Oopps!
“Jeongmal? Ah, sudahlah. Kajja, kita berangkat sekarang” ucapnya kemudian menarik tanganku untuk pergi. Kami segera meluncur ke Olimpiade Sains itu.

***

“uhh, aku gugup Sandeul..” keluh Hye Joon, dia terlihat gugup.
“biasa aja kali.. kau pasti bisa kok, Hye Joon..” kataku menenangkannya.
“Jeongmal?” tanyanya.
“Ne, pegang tanganku. Katakan kalau kau bisa melakukannye. Jangan sampai kau buang sia-sia persiapanmu selama ini..” kugenggam tangannya dan menatap kedua matanya. Dia tersenyum padaku. Eh, kenapa malah aku yang jadi gugup?
“Yesungdahlah, aku pergi dulu ya” ucapnya padaku.
“eh, Hye Joon, jamkkaman.. emmb. FIGHTING! ^_^” tukasku sedikit gugup.
“Arraseo..” dia meninggalkan senyumnya untukku kemudian pergi. Good luck, Hye Joon.

HYE JOON’S POV :

@Sekolah..
“Hye Joon!!” kudengar ada yang memanggil. Oh, ternyata Sandeul.
“Wae?” tanyaku padanya.
Belum dia menjawab pertanyaanku, dia menutup mataku dengan kain hingga aku tak bisa melihat #tenang.. belum buta kok *plakk#
“kau ikut aku saja.. arra?” dia menarikku berjalan entah kemana. Yang kudengar hanya teriakan dari Sandeul seperti biasanya.
“Hye Joon, dengarkan aku. Lihat apa yang ada di depanmu setelah kau buka matamu. Tapi jangan sampai pingsan ya” kata Sandeul. Aku masih bingung dalam mencerna perkataan Sandeul barusan.
Dia melepas kain yang menyikap mataku, aku mulai membuka mataku sedikit demi sedikit dan melihat apa yang ada di depanku.
:: JUARA I OLIMPIADE SAINS DIRAIH OLEH LEE HYE JOON, DARI SMA PARAN ::.. jinja?!
“Benar kan yang kukatakan, kau pasti bisa Hye Joon” ucap Sandeul dibelakangku. Entah kesambet arwahnya Sir Isaac Newton atau malah Neptunus *abaikan*, aku langsung memeluknya. Yah, tak peduli dilihat siswa lain, karena aku sangat senaang ^^.
“Emmb, sebagai hadiah dariku, bagaimana besok lusa kita jalan-jalan ke pantai?” kata Sandeul.
“Hemmb, boleh juga. Tapi apa aku boleh mengajak kedua temanku itu?” pintaku padanya. Dia sempat berpikir sebentar.
“Ne, kau boleh seret mereka juga. Tapi jangan sampai aku dikacangin lho” jawab Sandeul.
Kami tersenyum dan aku kembali memeluknya. Aku tak tahu apa yang membuatku merasa sangat nyaman saat berada di pelukannya. Tapii..
“kau deg-degan ya, Sandeul?”.. ngikk ngook


AUTHOR’S POV :

@Pantai..
“hana.. dul.. set.. ‘buncis’” Sandeul memotret ‘Trio Ngik Ngok’ (Hye Joon, Soo Ri dan Hyo Hwa) setelah mereka berteriak ‘buncis’ #author terobsesi pemotretan untuk album foto SMP *stop curcol#.
Tiba-tiba datang dua yeoja yang berjalan seperti ULER KEKET. Mereka menghampiri Sandeul.
“Sandeul, temenku satu ini suka banget sama kamu. Foto bareng dia ya? Mau ya?”..

HYE JOON’S POV :
Sesuai janji Sandeul, kami pergi ke pantai. Di saat sedang asyik berfoto ria, datang dua yeoja dengan gaya seperti uler keket (dunia nyata: perang dimulai setelah dua yeoja itu datang).
Mereka berjalan ke arah Sandeul.  “Sandeul, temenku satu ini suka banget sama kamu. Foto bareng dia ya? Mau ya?”. Hah, kau pikir Sandeul mau?
“Emmb, boleh” jawab Sandeul. MWO?!!
Sesi ‘foto bareng fans’ dimulai. Aku berbalik badan dan tak sudi melihatnya karena alasan AKU SANGAT MALAS MELIHATNYA, terutama yeoja yang berfoto dengan Sandeul itu. Entah karena alasan apa aku tidak menyukai yeoja itu, sepertinya ada gerak-gerik mencurigakan darinya.
“OMONA! Lihatlah Hye Joon, Sandeul merangkul yeoja itu. Kok gitu sih?” bisik Hyo Hwa, Soo Ri malah mau pingsan #plakk! Emang Ijat?#. kusobek selembar tissue yang kugenggam. I hate this time!
“Hye Joon, kau mau kemana?” tanya Sandeul. Oh, kau masih peduli ya?
“Penting?” tanyaku balik dengan nada  ketus kemudian pergi meninggalkan mereka. #emosi tingkat Dewa ----- ,, opps#


AUTHOR’S POV :
“Mwo?! Jalan kaki? Eomma, aku bisa telat..” celoteh Hye Joon sambil memakai sepatunya.
“Lalu bagaimana lagi? Mobil dibawa Appamu ke luar kota. Apa tak usah masuk sekolah saja?” kata Eomma Hye Joon.
“Oke, aku jalan kaki!” kata Hye Joon kalah. Dia berpamitan kepada Eommanya kemudian berangkat ke sekolah, on foot!
Saat Hye Joon berjalan ke sekolah, tiba-tiba berhentilah sebuah mobil Benz S-Clas di depan Hye Joon.
“Kajja masuk! Keburu telat lho” kaa seorang yeoja di mobil itu. DEG! “K-kau..”…

HYE JOON’S POV :
k-kau lagi?? OMONA.. apa dia jodohku? Hueekk –‘
“k-kau..”
“Ah, masuk saja keburu telat nih”
Tanpa menunggu si kembar Cing dan Cong, langsung aku masuk mobilnya dan bercakap garing dengan Fans’nya Sandeul. Yak! Dia yeoja yang berfoto dengan Sandeul beberapa waktu lalu.
“Emmb, Kim Hye Ri imnida..”
“Lee Hye Joon imnida. Eh, kamu yang suka sama Sandeul itu ye?”
“Aah, darimana kau tahu kalau dia pacarku?” (dunia nyata : aku ingin muntah saat dia bilang gitu, reader. Apa budek sih dia? Aku kan tanya apa dia yang suka sama *sensor*, ehh.. jawabnya nggak nyambung banget ih).
“pa-pacar?” tanyaku lagi tak bisa percaya.
“Ne.. ah, kita sampai.. kajja turun”…
Aku berlari menuju kelas dengan perasaan GALAU. Tiba-tiba ada yang menggenggam lenganku.
“Hey, platypus!kenapa kau baru datang?” yak, siapa lagi yang memanggilku PLATIPUS kalau bukan NAMJACHINGUNYA HYE RI?!
“Lepaskan!!” bentakku dan segera berlari ke kelas.

AUTHOR’S POV :
“Hye Joon, kenapa kau baru datang? Tumben sekali..” tanya Soo Ri sambil memainkan handphone nya.
“Hiks.. hikss.. huaaa T.T” tidak menjawab pertanyaan sobatnya, Hye Joon malah menangis.
“Waeyo?” tanya Hyo Hwa. Hye Joon pun menceritakan apa yang telah membuatnya menangis terbahak bahak (?).


“Mwo?! Hye Ri yeojachingunya Sandeul?” pekik Hyo Hwa dan Soo Ri. Mereka tak percaya akan kenyataan itu. “Mana mungkin Sandeul kepencut sama uler keket gitu? Baru kemarin jumpa lagi” protes Soo Ri.
“Maybe.. love in the first sight. Hikss” ucap Hye Joon.
“Halah..” celoteh kedua sahabat Hye Joon itu. Hye Joon hanya bisa mendelikkan kepalanya ke dalam tas (?).

SANDEUL’S POV :
Hye Joon, what’s wrong with me? Kenapa kau bersikap begitu padaku?
Aku termenung di sudut perpustakaan dan memikirkan Hye Joon yang sikapnya aneh terhadapku.
“Hey, bro! what are you doing here? Jangan ngelamun, ini hari Jum’at lho” kata Gongchan yang tiba-tiba datang tak diundang *emang jalangkung?*. eh, jamkkaman.. jum’at? OMO! Aku segera menyadarkan diri dari lamunan #periode jum’at berlaku ya di Korea?
“Aaah, paling lagi mikirin platipusnya, si Hye Joon” celetuk Jinyoung. Aku tak menjawab, hanya tersenyum simpul.. BRAKK!! Suara apa itu?
“Maksudmu apa? Kau masih mau balas dendam pada Hye Joon, ha? Bukan begini caranya, babo!” bentak Hyo Hwa. Sabaarr Cynn.. tak usah esmosi..
“memang aku melakukan apa padanya?” tanyaku tak mengerti.
“Ap-apa kau menghamilinya, Sandeul?” tanya Baro. Huaaa, anniyo!!
“Kau.. kenapa kau tega sekali? Kau tahu kan kalau dia menyukaimu? Dan kau malah jadikan Hye Ri, uler keket itu sebagai yeojachingumu?? Tak bisa dipercaya, bintang macam apa kau ini?” celoteh yeoja gembul itu. M-MWO?!
“Hye Ri itu siapa? Sejak kapan aku punya yeojachingu? Siapa yang mengatakannya?” tanyaku makin tak mengerti. Hye Ri? Siapa dia? Aku tak kenal !
“kau ini gengsi atau pura-pura tak tahu ha? Hye Ri, yoja yang minta difoto denganmu waktu di pantai. Kau ingat? Dia bilang sendiri kalau dia yeojachingumu. Masih belum mengerti?” jelas Soo Ri yang tadinya diam.
Tanpa menggubris mereka semua, aku pergi untuk mencari Hye Joon. Aku ingin menjelaskan yang terjadi sebenarnya.

Aku berhasil menemukannya..”Hye Joon, ikut aku sekarang”. Langsung saja kuseret dia masuk mobilku dan pergi ke suatu tempat.

@Danau..
“kau tak tahu rasanya, Sandeul? Perasaan, hati seorang yeoja saat tahu namja yang disukainya pacaran dengan yeoja yang dibencinya… neomu appo.. Ne, aku cemburu.. cemburu saat kau merangkul yeoja itu saat berfoto.. cemburu saat kau sudah punya yeojachingu. Sekarang kau puas?” celotah Hye Joon panjang x lebar = luas. (?).
“…Tapi dia bukan yeojachinguku. Aku tak mungkin suka padanya, apalagi baru beberapa detik yang lalu aku bertemu dengannya. Hye Joon, dengerin aku kenapa sih? Mau kemana kau?” ucapku mencoba untuk menjelaskan.
“Whatever! Aku mau kuras danau ini.. aku cemburu!” jawab Hye Joon aneh. Ha? Perasaan cemburu menguras hati dah, sejak kapan cemburu menguras danau? -_-

HYE JOON’S POV :

Keesokan harinya, di sekolah..
Kuketukkan bolpoinku ke meja. Tuk.. tukk.. tukkk.. hoaahhm, aku menguap sampai-sampai Hyo Hwa yang duduk di sampingku hampir kesedot masuk ke dalam mulutku #plakk!#. Ne, aku ngantuk sekali, karena kemarin begadang untuk menguras danau, tapi ga habis-habis juga tuh air..

-reader : dasar baboya, tidur aja loe Joon. Konyol banget!
-Hye Joon : :z.. zzzZZZZZ (bobo)
-reader : --‘ sialan, tidur beneran.#ngek?

(Back to the story)
Aku tertidur karena disuruh reader tidur #pletak#. Tapi tiba-tiba ada yang menggenggam kedua lenganku. Kubuka mataku.. MWO?! Empat namja itu –dan aku kenal siapa mereka- menyeretku ke tengah lapangan sekolah. Banyak sekali orang di sekeliling lapangan sekolah. Acara apaan ini?
Kulihat dari kejauhan Sandeul menarik Hye Ri dibelakangnya. Hah, dia lagi.
“Hye Ri, bukan yeojachinguku!! Dia hanya mengarang saja. Jadi itu hanya gosip busuk. Arra?” ucap Sandeul dengan menggunakan microphone supaya seluruh siswa SMA Paran bisa mendengarnya.
“Hye Joon, kau sudah tahu semua kan kalau yeoja tengik itu bukan yeojachinguku? Aku tak mungkin jadikan dia yeojaku, karena sebentar lagi aku akan mendapatkan yeojachinguku” kata Sandeul dengan menendang Hye Ri *woo?*. Dia akan mendapat yeojachingu? Tapi aku tak bergidik, sama sekali tak menatap matanya. Tiba-tiba...
“Hye Joon, aku tahu aku terlihat rendah di matamu walau aku seorang bintang. Kau menganggapku sama seperti yang lain” kata Sandeul. Suasana jadi hening.
“Tapi, ijinkan agar aku, bintang tak bersinar ini untuk memiliki satu keinginannya yaitu mendapatkan hatimu. Mungkin aku sering membuatmu sebal karena tingkahku, itu aku lakukan agar aku semakin dekat denganmu. Hye Joon, dengarkan aku.. saranghaeyo, jeongmal saranghae. Maukah kau jadi yeojachinguku?” Sandeul bersimpuh di depanku dengan menyodorkan bunga padaku. Eh? Apa dia menembakku?
“terima saja Hye Joon, daripada diambil tuh uler lho. Nanti kamu nyesel lagi” kudengar teriakan Hyo Hwa dibalik kerumunan banyak orang yang menyaksikan reality show ini. Malu banget, sumpah.. tapi..
“nado saranghaeyo, Sandeul..” kuterima bunga darinya sebagai tanda ‘aku menerima cintanya’. Kurasa memang itu yang harus kulakukan agar aku tidak takut akan kehilangan Sandeul. Kudengar banyak siswa yeoja yang berteriak histeris kecewa karena ‘bintang’nya sudah kumiliki. Tapi, aku senang sekali akhirnya dia jadi milikku. Yah, now.. HE IS MINE ! ^.^

END

Kyaaaaa!! Akhirnya selesai juga ya ceritanya. Gimana nih? Gaje? Iyalah, orang kehidupan nyatanya juga gaje *plakk!*. Ada yang tahu siapa nama koala asliku? Haha :D .Hmm, banyak cerita yang kuubah karena the real story nya rumit. Jadinya ya begini ^_^.
Sebenernya panjang ceritanya, readers. Tapi kalo dibikin two shoot ga bisa. Kenapa nggak dibikin chapter aja? Mianhae, saya malas sekali hehehe XD. Tapi, aku bakal bikin SEQUEL FF ini. Jadi, sabar ya.. jangan kemana-mana *o*

GOMAWO kepada READERS yang setia mau membaca Fanfiction gajeku ini. MIAN ya kalo ada salah kata, typos maupun kelebaian bahasa (alias Lebey). Hehe…
Yesungdahlah kalo begitu..
Salam IMUT buat semua ya..

GOODBYE BABY GOODBYE J



0 komentar:

Poskan Komentar