Sabtu, 11 Februari 2012

SEQUEL : He Is Mine | 100% Saranghaeyo (Han Soo Ri's Story)




Title                   : He Is Mine! _ 100% I LOVE YOU  [SEQUEL]
Author             : Imach Triple’shawolelf Kyutaewon/Imaah #numpangeksis..
Genre            : romantis, dramatis, yadong, konyol, garing (?) #tentukan sendiri.
Cast                  :
       Shinbi as Han Soo Ri
       Risky as Lee Hyo Hwa
       Imach as Lee Hye Joon
       All member of B1A4
Rating           : PG +13
Length             : One Shoot

Annyeong readerdeul :D.. jumpa lagi dengan author cengil nan imut ini *huee?*. Dulu kan aku pernah janji bakalan bikin sequelnya FF “He Is Mine!”, masih pada ingat ceritanya nggak nih? Hehehe.. Nih, sequelnya *lempar ke readerdeul  ^^
Masih ada unsur kehidupanku nih readerdeul (tapi nggak ada 20%). Lho? Castnya kan bukan author, kok pake ceritanya author? Yaa, soalnya SHINBI nggak mau cerita ‘Love Story’nya pada saya, jadi saya pasang dengan cerita saya, hehe..

Langsung aja ke cerita.. Readers yang baik, tolong yah nanti RCL FF ini.. menerima kritik dan saran.

WARNING!!
Banyak typos, alur ngga jelas, sulit dipahami, bikin pusing, bikin ngantuk, bikin laper, de el el. GA SUKA GA USAH BACA ! YANG SUKA SILAHKAN BACA ^^.. SILENT READERS, GO OUT!!

SAY NO TO PLAGIATISM AND NO BASHING!!

~HAPPY READING~

Prolog :
Terima kasih , Tuhan. Atas 100% ketulusan cintanya untukku..

ALL POINT OF VIEW : HAN SOO RI
Hari itu benar-benar seperti reality show yang menakjubkan, ya, hari di mana Sandeul mengumumkan pengakuan cintanya pada Hye Joon. Melihat Hye Joon yang bisa kembali tersenyum setelah pertemuannya, Sandeul dengan Kim Hye Ri –yeoja tak tahu diri itu-, cukup membuatku bahagia.
“Han Soo Ri, tunggu aku!” seseorang memanggilku di belakang.
“Hyo Hwa, wae?” tanyaku pada Hyo Hwa yang sibuk mencari oksigen untuk bernapas karena baru saja berlari (?).
“Kita pulang bersama ye?” pintanya singkat.
“Kukira kau pulang dengan Hye Joon” ucapku sambil berjalan pelan.

“Haissh, kau ini. Bagaimana mungkin aku pulang bersama dua sejoli yang baru saja menyandang status ‘berpacaran’? aku kan tidak terima kalau jadi obat nyamuk” tukas Hyo Hwa. Oh iya, Sandeul dan Hye Joon pasti sedang berkencan.
Aku dan Hyo Hwa berjalan keluar sekolah.
“Hey, tunggu! Tega sekali kalian meninggalkanku?” tiba-tiba Hye Joon sudah ada di belakang kami. Kulihat juga Sandeul berlari menghampiri Hye Joon, ada apa ini?
“Kenapa kau tidak pulang dengan namjachingumu? Dia kan sudah menghampirimu, Hye Joon” tanyaku pada Hye Joon.
“Pulanglah dengannya. Bagaimana kalau nanti Hye Ri datang untuk mengambil Sandeul darimu? Kau akan galau seperti dulu” ucap Hyo Hwa.
“Dengarkan apa yang dikatakan temanmu itu. Kau harus pulang denganku, platypus!” ucap Sandeul. Dia masih memanggil Hye Joon ‘platipus’? dasar..
“Acha! Kita pulang bersama saja, arra?” tukas Hye Joon. Idih, pasti aku dan Hyo Hwa dikacangin.
“Anniyo! Kita kan harus kencan pertama. Aku tidak setuju!” bantah Sandeul. Kalau aku jadi Sandeul, aku juga akan menolak.
“Hey, ada apa ini?” terdengar suara namja di belakangku. Baro!?
“Baro! Kajja, pulang bersama kami. Wah, pasti seru kalau pulang bareng” tukas Hye Joon.
Baro hanya tersenyum kemudian memandang ke arahku, dengan tatapan aneh. Wae?
“Ne, kajja. Tapi makan-makan dulu ye? Yang baru jadian harus mentraktir kita semua” ucap Baro sambil tertawa.
“Betul itu. Aku juga sudah lapar, hehe” celetuk Hyo Hwa. Dasar..
“Oh, pasti. Nanti Sandeul yang traktir. Iya kan, koala?” kata Hye Joon.
“Hey, tak bisakah kau memanggilku ‘chagi’? koala apa pula?” ucap Sandeul. Hah, mereka itu couple yang aneh =,=

***
Setelah selesai makan-makan, kami segera pulang. Hye Joon dan Sandeul pulang berdua, maklum pasangan baru (?). Sedangkan aku, Hyo Hwa dan Baro pulang bersama dengan mobilnya Baro.
“Oppa, gomawo sudah mengantarku pulang. Lain kali aku ikut ‘nebeng’ ye?” ucap Hyo Hwa.
“Sipp” jawab Baro.
Kini, tinggal aku yang harus diantar pulang oleh Baro. Maklum, rumahku memang agak jauh dari resto tadi. Jadi aku yang paling terakhir sampai di rumah!
“Bicaralah” kata Baro tiba-tiba.
“Aku harus bicara apa?” tanyaku.
“Buahhahaha.. kau ini..” Baro tertawa. Apa salahku? Aku benar-benar tak tahu harus bicara apa.
Kulihat dia masih tertawa. Satu kata untuk Baro = imut!
“Kau mengingatkanku pada seseorang. Dia lucu, lugu sepertimu” ucap Baro tiba-tiba.
“Jinja? Siapa dia? Aku ingin bertemu dengannya” kataku. Kulihat ekspresi Baro berubah.
“Aku juga ingin bertemu dengannya”
“Nah, ayo temui dia” tukasku.
“Tapi.. aku tak tahu sekarang dia ada dimana...”ucap Baro dengan lesu. Tampaknya dia sedih.
“Mungkin suatu hari aku bisa menemukannya dan mengajaknya bertemu denganmu” ucap Baro lagi.
Aku hanya diam. Sengaja aku tidak bertanya lagi tentang ‘seseorang’ itu pada Baro, karena aku tak ingin membuatnya menjadi semakin sedih.
Sekarang aku sudah sampai di depan rumah. Aku turun dari mobil Baro dan menengok ke jendela.
“Gomawo, oppa. Mian merepotkanmu” ucapku pada Baro.
“Cheonma..” balasnya tersenyum. OMO, kurasa lututku mulai lemas karena senyum mautnya :o

***

Hari ini sekolahku tidak ada jam pelajaran. Ada apa pula? Karena kebanyakan guru-guru pergi studi banding ke salah satu SMA favorit di Jepang. Kenapa siswa tidak diliburkan saja? Nah, itu yang membuatku berpikir, kenapa tidak libur saja?!
Suntuk, itu yang kurasakan saat ini. Kelasku benar-benar seperti kapal pecah, berisik sekali. Semuanya sibuk. Hyo Hwa dengan asiknya mendengarkan lagu. Sedangkan di sudut belakang, Hye Joon dan Sandeul asik-asiknya berduaan. Hey, apa aku harus melihatnya?
“Kau mau kemana?” tanya Hye Joon.
“Bersemedi di perpustakaan” jawabku singkat. Segera, aku pergi ke perpustakaan untuk bersemedi (?)

@Perpustakaan…
Aku berkeliling mencari buku yang menarik untuk kubaca. Saat aku tiba di rak buku nomor 310 *lagi-lagi nomor locker author..PLAKK!*, kedua mataku menatap pada sebuah buku yang tebalnya kira-kira 7 cm dengan sampul biru.
“Our Love History?” Aku berjalan mendekat dan berniat untuk mengambil buku itu. Tapi, kenapa buku itu ada di rak paling atas? Aku ragu apakah aku bisa mengambilnya, tapi aku tetap berusaha untuk menggapainya.
Hana, dul, set…
BRUUKK!! Gaswaaatt…!
“Ada apa ini? Apa yang kau lakukan Han Soo Ri??!!” suara keras Nona Librarian menghantam telingaku. Aku hanya bisa berharap gendang telingaku tidak pecah (?).
“Mianhae, eonni. Aku akan membereskannya” Kataku. Yah, aku memang harus bertanggung jawab atas tragedi ‘jatuhnya buku-buku akibat ulahku sendiri’.
Setelah si Nona Librarian yang judes itu pergi, aku segera membereskannya, dengan berat hati. Bagaimana tidak? Kapan aku selesai membereskannya kalau dalam satu rak yang jatuh ada 100 buku lebih? Aku bisa gila -___-

Aku masih berkutat dengan buku-buku menyebalkan itu, tapi terkadang aku membaca beberapa buku sebentar *mencari kesempatan dalam kesempitan. Tiba-tiba kulihat ada sepasang sepatu di depanku. Aku terus memandangnya hingga ke atas. Dan zap!
“Baro oppa?” sentakku. Kenapa aku kaget? Yah, tentu kalian akan malu jika Baro tahu kalau aku membuat masalah di perpustkaan. Malu-maluin aja –‘.
“Aku bantu..” tukas Baro.
“Anni, aku bisa melakukannya sendiri Oppa..” cegahku. Aku merasa sungkan dibantunya, karena ini adalah pertanggung jawabanku.
“Gwaenchana.. cepat bereskan, aku tidak membantumu untuk membereskan ini semua” ucapnya tersenyum. Lagi-lagi aku harus berusaha lebih kebal lagi untuk menghadapi senyumnya. Uhh :’)

***
“Gamsahamnida untuk bantuanmu, oppa. Mianhae, bisa apa aku membalasmu?” ucapku setelah satu jam berkabung dengan buku-buku.
“Tentu kau harus membalasnya. Di dunia ini tidak ada yang gratis” balasnya. Eh?
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk balas budi pada Baro. Dia memandangku aneh dengan sedikit tawa. Apa wajahku tampak linglung?
“Kau tak perlu berpikir terlalu jauh. Nanti malam kau harus datang ke Menara Namsan“ hah?!

***
Tepat pukul 9 malam, aku sudah tiba di Menara Namsan. Malam itu terasa dingin sekali. Tapi, suasana di sana sangat indah. Kita bisa melihat kota Seoul yang bertabur lampu-lampu (?). Aku jadi tambah cinta dengan kota Seoul #NP : SUJU-SNSD ‘SEOUL SONG’.
“Kau sudah lama menunggu?” seseorang hadir di sampingku. Baro sudah datang.
“Anniyo, aku juga baru saja datang” balasku padanya.
Jamkan, aku merasa ada yang aneh. Apa? Syal yang dipakai Baro itu.. sepertinya aku pernah melihatnnya. Eh, tidak! Aku malah memilikinya. Sama dan benar-benar persis!
Baro menyodorkan padaku segelas kopi panas. Dan tentu, aku segera menerimannya. Tak peduli apakah wajahku tampak songong, aku segera berhenti untuk memikirkan ‘syal’ itu.
“Apa yang akan kita lakukan di sini?” tanyaku sambil berjalan mengikuti Baro dari belakang.
“Kencan” balasnya singkat. Eh?
Aku, benar-benar bingung. Hey, dalam rangka apa dia mengajakku kencan? Kesambet setan apa dia, ha?
“Kau harus balas budi padaku karena telah membantumu untuk membereskan kasusmu di perpustakaan. Kau ingat?” ucapnya di tengah kebingunganku.
“Ne..” jawabku masih sambil berpikir.
“Tapi bukan ini yang aku minta darimu” ucapnya lagi dengan tatapan mendalam (?) ke arahku. Lalu apa?


Aku dan Baro menikmati ‘kencan’ malam itu. Yah, walaupun kurasa itu hanya kencan-kencanan (?) tapi serasa seperti kencan sungguhan dengan namjachingu sendiri. Ah, kau ini berkhayal apa sih Han Soo Ri?
“Menyenangkan sekali kalau setiap malam minggu bisa kencan denganmu. Berarti aku harus sering membantumu, Soo Ri. Hahhaa” celetuk Baro. Heh?
“Aah, apalah oppa ini. Aku bukan yeojamu, enak saja” balasku sedikit bercanda. Aku tak tahu itu ‘candaan’ atau malah ‘sindiran’.
“Oh, ya. Aku ingin balas budimu sekarang” kata Baro mulai serius.
“Bukan kencan ini? ah, lalu apa?” tanyaku langsung.
“Jadilah yeojaku, Han Soo Ri. Jebal.” DEG! Jadi yeojanya? Jeongmal?
1 detik… aku masih kaget, shock!
2 detik… aku berpikir, aku harus menjawab apa?
3 detik….
“Ne, oppa.” Aiissh, kenapa aku menerimanya? Kurasa otakku sedang tidak berfungsi.
Baro memelukku kemudian tersenyum padaku, aku hanya meringis karena masih bingung, pada jawabanku sendiri!
“Gamsahamnida, nae sarang. Ini adalah balas budi terbaik yang pernah kudapat” kata Baro, namjachinguku *pamer :p.

Setelah selesai berkencan, kami segera pulang karena sudah larut. Aku pikir, malam itu aku benar-benar kesambet setan hingga aku menerima Baro untuk jadi namjachinguku.

***
“Aiish, bagaimana mungkin Han Soo Ri jadi yeojanya Baro oppa? Aku tidak terima!” itulah yang kudengar saat aku memasuki sekolah. Semua yeoja memandang sinis ke arahku, hey.. salahku apa?
“Apa benar kau yeojachingunya Baro?” tanya Hyo Hwa.
“Bagaimana mereka bisa tahu?” ucapku tanpa sadar. Yah, tepatnya keceplosan!
“Wow, chukkae chukkae! Kutunggu pajak jadianmu dengan Baro” celetuk Hye Joon. Dasar..

***

Sudah 5 bulan aku dan Baro menyandang status ‘berpacaran’. Aku tak tahu, apakah dia benar-benar mencintaiku karena dia terlalu mendadak untuk menyatakan cinta. Tapi, selama ini aku dan dia baik-baik saja, kurasa. Dan itu yang membuatku yakin kalau Baro benar-benar mencintaiku ^^.

@Kamar..

FROM : BARO
Chagi, bisa antarkan buku tadi ke rumahku? Jebal, aku membutuhkannya untuk presentasi besok :D

TO : BARO
Aish, kau ini manja sekali ye? Arraseo, aku akan ke rumahmu sekarang ^^.
Setelah mengambil buku yang aku pinjam dari Baro tadi, aku segera pergi ke rumah Baro.
“Oppa…” teriakku memanggil Baro di kamarnya.
“Tunggu dulu, ye? Aku mau mandi dulu, hehe” tukasnya enteng. Hah, dasar..
Sambil menunggu Baro, aku berkeliling melihat isi kamar namjaku ini. Aku melihat kumpulan komik kesukaan Baro, novel-novel remaja (?), hingga pada akhirnya aku berhenti di satu titik. DEG!
Jantungku terasa berhenti saat aku melihat foto dua orang bocah mengenakan seragam sekolah dasar (SD). Dadaku terasa sesak, pikiranku melayang tak karuan, mungkin ikut arus angin *emang layang-layang?*.
“Cha Sun Woo…” ucapku kaget seraya menutup mulutku. Ini tidak bisa dipercaya, sungguh!
“Wae, chagi?” tiba-tiba Baro sudah ada di belakangku. Aku masih berdiri terpaku sambil memegang foto tadi.
“Jangan cemburu, dia itu teman SD ku dulu” jelas Baro. Hah, yang benar saja?! Aku tidak akan cemburu, karena yeoja di foto itu adalah AKU !

FLASHBACK : ON
“Cha Sun Woo, jamkamman!” teriakku sambil mengejar seorang namja yang bernama CHA SUN WOO itu.
“Wae?” tengoknya dengan memasang ekspresi datar.
Aku mulai mempersiapkan diri untuk mengatakan sesuatu padanya.
“Cha Sun Woo, saranghaeyo” ungkapku pelan. Sungguh, aku malu banget berkata seperti itu.
“Jinjaeyo? Lalu?” tanya Sun Woo dengan ekspresi tak tertebak, yang mungkin bisa membuatku meledak (?).
“Maukah kau jadi namjaku?” dor! Aku menembaknya *eh?
“ahhahhaahaha.. kau gila? Anniyo, aku tidak suka padamu. Kau jelek, tidak pantas dengan seorang Cha Sun Woo.” Itulah yang kudengar dari mulutnya.
“Hey, lihat dirimu. Hah, kau ini sungguh tak bisa dipercaya” kata Sun Woo kembali berjalan. Menyakitkan bukan?! *Mian ya shin*
Sejak itu, aku tidak bisa hidup dengan tenang *halah*. Aku selalu terbayang-bayang apa yang dikatakan Sun Woo padaku. Dan mungkin aku mulai membencinya. Untunglah kami segera lulus sekolah dan berpisah, kalau tidak aku bisa mati kutu kalau bertemu dengannya!
Dan aku berusaha untuk membuktikan padanya bahwa aku juga bisa jadi lebih baik dari pandangannya, yang lebih tepatnya menghinaku..
FLASHBACK : OFF

***
“Apa kau lihat yeojaku?” kulihat Baro sibuk bertanya pada orang yang dia lewati tentang keberadaanku.
“Kau kenapa? Temui dia, kasihan Baro” kata Hyo Hwa dibelakangku. Mwo? Kasihan pada orang yang telah meremehkanku, begitu?
“Aku malas. Kalau dia tanyakan aku, tolong jangan beritahu dia. Jebal” ucapku pada Hyo Hwa dan Hye Joon, kemudian pergi. Untuk kali ini, biarkan aku sendiri tanpa CHA SUN WOO.

***
Di rumah..
“Nuguya?” tanyaku pada ahjumma. Dia bilang ada datang mencariku.
“Mollaseo, ahjumma tak tahu namanya. Hehe” jawab ahjumma cengar-cengir. Dasar..
Dengan terpaksa aku turun untuk bertemu dengan ‘tamu’ yang mencariku.
“Chagiya..” ya, ternyata itu BARO.
“Masuklah” aku menyuruhnya masuk ke rumah untuk berbicara. Semarah apapun juga aku terhadapnya, aku masih punya sopan santun terhadap tamu :o.
“Kenapa kau marah padaku? Kenapa kau selalu menghindariku?” tanya Baro, to the point.
Aku hanya bergidik, pasti selama ini kau jadikan aku yeojamu hanya untuk permainan saja kan?!
“Jelaskan padaku tentang syal dan juga fotomu dengan yeoja itu” pintaku singkat.
Dia sempat ragu, tapi akhirnya dia menceritakan semua padaku, yang sudah aku ketahui.
“Yeoja di foto itu teman SDku. Dia bukan siapa-siapaku, jeongmal. Dia pernah menembakku, tapi aku menolaknya” jelasnya yang pertama. Aku benar-benar ingin tertawa saat itu, tertawa enyah tepatnya!
“Lalu syal itu pemberian darinya. Dia juga punya. Dia bilang aku boleh menolaknya, tapi dia harus menerima syal itu.” jelasnya yang kedua.
“Kalau kau tidak suka padanya, kenapa masih kau terima syal itu?” tanyaku. Kali ini, aku penasaran kenapa dia masih menyimpan syal dariku.
“Karena saat dia memberikannya padaku, aku merasa ada magnet yang menarik syal itu ke tanganku. Setelah kami lulus dan berpisah, aku jadi sering rindu padanya. Maka aku pakai syal ini” kata Baro. Aku sempat tersentak, dia merindukanku?
“Sebenarnya aku menyesal sudah menolaknya, aku tak tahu mengapa. Aku ingin bertemu dengannya lagi, tapi aku tak tahu dia dimana sekarang” tukasnya sambil menerawang.
Lama-lama aku jadi tertarik mendengar ceritanya, karena aku tidak tahu kalau ternyata dia menyesal sudah menolakku, haha ^^.
“Tapi, aku merasa setiap ada di dekatmu seperti ada di dekatnya. Kau juga bersikap selalu sama dengannya, chagiya” dia berkata sambil menggenggam tanganku.
“Mian, aku ke atas dulu. Aku akan kembali” ucapku pada Baro. Kemudian aku pergi ke kamar untuk mengambil syal dan foto yang sama di kamar Baro beberapa hari yang lalu.
“Ingatkah kau dengan ini, Cha Sun Woo?” kataku dengan memberikan syalku (yang sama dengan syal Baro) dan juga foto kami berdua saat perpisahan SD.
Kulihat dia sangat kaget. Seperti ingin berkata sesuatu, tapi mulutnya tidak mau bicara. Sekarang apa yang harus kau lakukan padaku, Cha Sun Woo ?!
“Han Soo Ri…” belum sempat dia melanjutkan kalimatnya. Aku menariknya keluar.
“Ne, pulanglah ini sudah larut malam” ucapku kemudian menutup pintu dan berlari ke kamar. Aku kembali mengingat apa yang dia ceritakan tadi. Apa dia tulus mencintaiku?

***
@Kelas...
Aku terdiam bingung, dimana yang lain padahal kan ini jam 06.45 ? Aku sempat berpikir kalau hari ini libur, tapi dalam rangka apa?
Aku tak menghiraukannya. Kemudian aku duduk di bangku kesayanganku depan meja guru nomor 2 dari pojok *tempat favorit author :p*. Kuletakkan tasku, kemudian menggeledah laci meja. Ada kertas, oh tidak, ini surat!
Kubuka perlahan surat dengan amplop warna merah muda itu. Aku mulai membacanya.

__________

Dear : Han Soo Rii, nae sarang..

Mianhae, untuk kemarin. Tapi, aku ingin memberitahumu suatu hal, chagiya..

Tahukah kau, seberapa besar rasa cintaku padamu, Han Soo Ri, nae sarang?

20% : saat aku sering bertemu denganmu di SD dulu, memang aku tidak begitu memperhatikanmu dan tidak mengenal siapa dirimu.
45 % : aku mulai mencari cara untuk mencari siapa dirimu, dan mencari sisi istimewa dari dirimu. Dan aku berpikir, aku mulai menyukaimu. #walau kutahu saat itu aku masih SD
53 % : kau tahu? Aku benar-benar senang saat kau ungkapkan kalau kau menyukaiku. Sebenarnya aku ingin melakukannya saat perpisahan sekolah. Tapi entah kenapa saat kau mengatkannya, aku malah menolakmu dan berkata kasar padamu. Aku merasa, nan neomu babo!
60 % : kupikir kau marah padaku karena aku menolakmu. Kau memberiku sebuah syal yang sama denganmu, sebagai kenang-kenangan. Aku jadi sering merindukanmu, aku tak tahu mengapa. Dan setiap aku merindukanmu, aku selalu memakai syal darimu.
68 % : aku bertemu dengan yeoja yang manis sepertimu, namanya Han Soo Ri. Dia lugu, tapi lucu. Aku senang melihatnya tersenyum, dia mengingatkanku padamu.
77 % : Aku berkencan dengannya dan aku berhasil mendapatkannya! Ya, dia mau jadi yeojachinguku, aku tak menyangka dia akan menerimaku. Kupikir dia akan menolak karena baru berapa hari kenal. Oh God, nan jeongmal gamsahamnida :)
81 % : Aku menjalani hariku dengannya, kurasa penuh warna. Tahukah? Setiap aku disampingnya, aku selalu merasa seperti ada disampingmu. Kurasa aku gila :o *eh?
88 % : Aku sedih saat yeojaku sepertinya marah padaku. Aku tak tahu kesalahan apa yang aku buat, tapi dia menjauhiku. Saat itu, aku selalu merindukannya.
92 % : Aku pergi ke rumahnya untuk menjelaskan padanya, entah apa yang aku jelaskan. Tapi, yang kudapati adalah kaget, merasa sangat bersalah dan tak percaya saat kutahui kalau yeojaku adalah KAU, Han Soo Ri. Aku merasa bersalah karena dulu telah menolakmu. Tapi aku juga bahagia kembali menemukanmu. Alhamdulillah ya?*plakk!
99 % : dia diam diri dan sepertinya malah tambah marah padaku. Di sini, aku ingin meminta maaf padanya dan hanya sekedar ingin memberitahumu bahwa ‘nan neomu saranghae, Han Soo Ri’. Aku tulus mencintaimu. I LOVE YOU.

Chagiya, maukah kau memaafkanku?


Your kyeopta namja

CHA SUN WOO
__________

Haru, sedih, bahagia, bingung, semua bercampur menjadi satu. Aku ingin menangis rasanya. Apa karena surat ini romantis? Anni. Tak tahulah, pokoknya ingin menangis saya T.T *plakkplakk!
“Kau tidak tulus mencintaiku, Sun Woo. Kau tidak 100 % mencintaiku” ucapku sambil menangis. Yah, di surat itu kan dia hanya sampai 99 % mencintaiku -_-.
Tiba-tiba seseorang menempelkan tangannya ke bahuku, aku menengok ke belakang.
“Baro..” ucapku pelan. Dia memelukku, dan aku membalasnya.
“Saranghaeyo, chagiya” kata Baro. Aku melepas pelukannya.
“Kau tidak sepenuhnya tulus mencintaiku kan? Jahat sekali!” tukasku sambil memukul bahunya pelan.
Dia menarikku dan menempelkan bibirku dan bibirnya. Dia menciumku. Hanya satu kata saja = manis! Hanya beberapa detik saja, aku segera melepaskannya. Aku khawatir orang lain melihatnya.
“Ini sudah kuberikan padamu. Sekarang cintaku 100 % untukmu. 100 % SARANGHAEYO, Han Soo Ri” rasanya aku akan menyublim saat Baro mengatakan itu.
“Nado, saranghae, Cha Sun Woo” ucapku dan kembali memeluknya.
Oh God, nan jeongmal gamsahamnida. Kau satukan aku dan orang yang aku sayangi. Aku tak tahu kalau dia mencintaiku 100 % setelah menolakku.
CHA SUN WOO, SARANGHAEYO <3

~END~

Kyaaaaaaaaaaaa!! Akhirnya selesai sequelnya buat Han Soo Ri. Gimana nih readerdeul, maaf ya kalo nggak menyentuh hati dan nurani anda sekalian. Maklumlah, author masih kecil, nggak bisa gombal gembelan, xixixixi :D.
Oh ya, aku mau bilang MIAN dulu buat cast’nya : Han Soo Ri. Jangan kenapa-kenapa lho ya, ini kan cuma fanfict. Hehehhe ^^

Masih ada satu lagi nih sequel buat si gembul Lee Hyo Hwa. Ada yang mau lanjut? Lanjut nggak ya?? Komennya dong, biar semangat nih lanjutinnya.. butuh perjuangan lho buat lanjutan FF ini, coz waktuku sempit sekali readerdeul kan bentar lagi ujian ^^ hehe..

GOMAWO kepada READERS yang setia mau membaca Fanfiction gajeku ini. MIAN ya kalo ada salah kata, typos maupun kelebaian bahasa (alias Lebey). Hehe…
Yesungdahlah kalo begitu.. AKU TUNGGU RCL NYA YA :)

Salam IMUT buat semua ya..

GOODBYE BABY GOODBYE :)

0 komentar:

Poskan Komentar