Sabtu, 02 Juni 2012

Fanfiction : Mystery of Love Island _ KeyRa's Moment [Part 3]


Title           : Mystery of Love Island _ KeyRa Moment | Part 3
Author      : Nur Halimah (@im304)
Genre       : Romantic, Dramatic, Fiksi, Horor, Konyol, Garing (?) *tentukan sendiri!
Rating       : G
Length      : Multi Chapter
Cast           :
·         Lee Rae Ra
·         Lee Rae Sun
·         Sung Young Ae
·         Lee Hyun Ah
·         Key
·         Yesung
·         Sungmin
·         Taemin
FF ini special buat yang request : nae honbae.. sebelumnya aku minta maaf banget harus buat kalian nunggu sampe berubah jadi buyut *eh?*, tapi ceritanya jadi gaje.. maklumlah, idenya udah lama tapi keseret materi ujian. Hehehe :D

Langsung aja ke cerita.. Readers yang baik, tolong yah nanti RCL FF ini.. menerima kritik dan saran.

WARNING!!
Banyak typos, alur ngga jelas, sulit dipahami, bikin pusing, bikin ngantuk, bikin laper, de el el. GA SUKA GA USAH BACA ! YANG SUKA SILAHKAN BACA ^^.. SILENT READERS, GO OUT!!

SAY NO TO PLAGIATISM AND NO BASHING!!

~HAPPY READING~

Prolog :
Although I really hate you, but I don’t want see you in hurt..

Rae Ra’s POV :
Terjebak di ‘random island’ rasanya seperti harus tinggal di sarang lebah. Luas memang, tapi untuk bergerak kemana-mana itu tidak nyaman. Apalagi ada boy gank yang super duper nyebelin. God, kenapa harus ada mereka di sini?!

“Hey kau!”
Seseorang berteriak keras sekali, untung tidak sampai membuat gendang telingaku pecah. Aku menengok ke arah orang itu.

“Ya, kau! Yang hanya duduk dan melamun. Cepat lakukan tugasmu!”
Kuhembuskan nafas penuh kesal. Baru saja aku mengeluh tentang dia dan ganknya, kenapa malah muncul? -__-


Dengan langkah gontai, aku berjalan ke kerumunan orang-orang di halaman rumah Sungmin. Ya, malam ini Sungmin akan menggelar pesta walau bukan Big Party. Pesta yang hanya dihadiri oleh aku dan sekawananku, serta bocah-bocah tengik, terutama Key!

Flashback : ON
Alasan aku membencinya, ya membenci Key, berawal saat di kelas X. Saat itu, sekolah bebas pelajaran karena ada event hari jadi sekolah (?). Aku dan para yeoja sekawananku kembali ke kelas setelah nongkrong di perpustakaan. Biasanya kami di sana untuk melihat sunbae-sunbae kami yang neomu-neoumu-neoumu kyeopta. Walau hanya bisa melihat sekilas, itu sebuah anugerah. Kalau mereka mau membalas sapaan basa-basi kami walau hanya dengan tersenyum, itu sudah cukup membuat hati kami meledakkan seisi ruang perpustakaan.

Saat tiba di depan kelas, tiba-tiba Key datang mengahalangi jalan kami untuk masuk ke kelas. Dia tertawa cengar-cengir seperti orang gila ke arahku. Apa yang dia lakukan?

“Mwoya?!” bentakku pada Key.

“Aku tak habis pikir, kau Lee Rae Ra..” ucapnya menggantung.

“Sebenarnya apa maumu?” tukas Rae Sun.

“Sudahlah, cepat minggir. Kau menghalangi jalan kami!” kata Hyun Ah sambil mendorong Key untuk menyingkir. Aku sendiri tidak berbuat apa-apa, memang buat apa?

Ketika aku tiba di kelas…
“Hey, dia yang gugup dan mimisan saat bertemu Thunder  oppa kan?”

“nde, memalukan sekali. Hahahaha”

“seperti yang diceritakan Key tadi, ya ampuun”

Impuls sarafku tidak berkunjung ke otak, reflek aku terbelalak kaget. Bagaimana mereka bisa tahu aib ini? Siapa yang beraninya membeberkan rahasia memalukan ini?!!!

Tanpa sengaja, aku melihat Key yang masih berdiri di depan pintu, tertawa ke arahku. oh, mungkin lebih tepatnya MENTERTAWAKANKU!!

“Oh, poor you. I know you were ashamed at that time” ucap Key sambil berjalan ke mejaku.

Namja ini, ingin rasanya kutelan mentah-mentah dan kubiarkan dia terbelit di ususku!! Dasar namja menyebalkaaaan!!!

“Kau namja gila” balasku dingin mencoba untuk meredam emosi.

“What do you say? I’m crazy? No, it’s you!” balas Key mencoba untuk memancing amarahku.

Sudah tidak tahan, aku beranjak dari tempat dudukku dan mendorongnya ke pojok ruangan *hayo, ngapain ini? :p*

“Ma..mau apa kau?!” tanyanya gugup.

Cek perlengkapan : emosi tingkat tinggi (sudah), tatapan tajam (sudah), wajah menyeramkan (sudah), kapak, gergaji, pisau tajam (oh, apa itu perlu?), cakar elang (oke)!
“Kyaaaaa!!!” tanpa sadar aku mencekik leher Key. Lalu aku jatuhkan dia ke lantai dan BUG BUG,, SWINGG, BUG! Yeah, ini pertandingan smack down antara Rae Ra Vs Key.

Sudah hampir di puncak kemenangan, tiba-tiba…
“LEE RAE RA, KIM KEY BUM, APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!” O ooow,,

***
“Ini semua karena kau!!” bentakku sebal pada Key. Yesung oppa, senior di sekolah, menghukum kami karena bertengkar di kelas. Ya, inilah hukumannya : menyapu halaman sekolah. Walau tidak seluas lapangan olahraga, tapi untuk mengerjakannya siang bolong begitu rasanya melelahkan sekali.

“Kau! Seandainya kau tidak memukulku, kita tidak akan berada di sini!” protesnya dengan memegangi wajahnya yang penuh luka akibat tonjokkanku.

“seandainya? Dan seandainya kau tidak membocorkan rahasia memalukanku ke seluruh kelas, kau tak akan aku habisi!!!” balasku sambil melemparkan sapu ke arahnya. Whatever dia kesakitan. I don’t care!!
Flashback : OFF

Key’s POV :
Aku masih menatap heran ke arah yeoja aneh yang sedari tadi melamun ke arahku. sebenarnya apa yang dia lakukan?

“Kau sedang apa?” tanyaku. Tapi, dia terus berjalan tanpa menanggapi pertanyaanku. Aku dikacangin? Beraninya kau kacangin diriku?!! >,<

“Rae Ra!!”
Dia tak menengok ke arahku, terus berjalan seolah-olah aku tidak memanggilnya. Bocah ini, mworago?!!
Ah, whatever! Terserah deh, ngapain juga aku peduli? Ini lebih bagus, diam tanpa menggangguku. Teruskan!

“Tangkap ini!!” HUP! Aku terjatuh bersama sapu lidi yang dilempar Rae Ra. Arrrgghh!!

“Mwoya?!”
“Hanya ini tugas yang tersisa. Kau bersihkan arah timur, aku yang barat” jawab Rae Ra dengan ekspresi datar, menambah rasa kesalku. Jeongmaal, jeongmal!!

***
“Enough! Kau saja ya yang melanjutkan?!”

“Kim Key Bum!! Kenapa kau masih sama seperti dulu??! Menyebalkan!!”

BUG! “Aduuh, appo! Rae Ra, hentikan!!”

“Kenapa dulu kau harus membaca diariku dan menyebarluaskan rahasiaku, ha?! Dan kau yang membuatku harus membersihkan halaman sekolah!! Wae?!”

Dia terus memukulku dengan sapunya, dia bahkan tampak seperti nenek lampir sapu terbang. Hiii >-<

“Kenapa ka uterus mengingatnya? Ini sudah kejadian lama...”

Dia mengacuhkan ucapanku. Untunglah yang lain segera datang menghentikan ulah Rae Ra dan menyelamatkanku dari dobrakan maut itu. Kalau tidak, mungkin aku sudah K.O kemudian di buang ke pantai dan dimakan paus *emang di pantai ada paus?*

***
Pesta di mulai, semua tampak bersenang-senang. Bahkan Rae Ra yang tadinya mengamuk, dia ikut tertawa dengan yang lain tetapi bukan karena aku. Setiap aku mencoba untuk mendekatinya, dia selalu memasang muka monster dan lebih memilih untuk menjauhiku.

Sekarang aku sendiri, di saat yang lain berkumpul dan bersenang-senang, aku malah bergalau di pinggir pantai sambil menikmati terangnya cahaya bulan dan bintang-bintang yang bersinar. Tiba-tiba terlintas di pikiranku tentang apa yang diucapkan Rae Ra tadi.

“Kim Key Bum!! Kenapa kau masih sama seperti dulu??! Menyebalkan!!”

“Kenapa dulu kau harus membaca diariku dan menyebarluaskan rahasiaku, ha?! Dan kau yang membuatku harus membersihkan halaman sekolah!! Wae?!”

Ya, itulah yang terlintas di pikiranku. Entah mengapa tiba-tiba aku merasa bersalah. Mengapa dulu aku melakukannya? Membaca buku hariannya kemudian menyebarluaskan kepada teman-teman yang lain. Nan jeongmal baboya..

Larut malam menjemput kami untuk segera tidur. Ini adalah malam pertama kami tidur di rumah Sungmin hyung. Seperti pada umumnya, kamar yeoja dan namja dipisah agar tidak terjadi.. yaah,.. kalian tahu kan.. emmb.. aku tak bisa menjelaskannya.. tapiii…. *CUT!

“Jaljahaeyo, Rae Ra…”

Author’s POV :
Kicauan burung-burung membangunkan Sungmin dan yang lainnya. Matahari juga sudah tersenyum ria menyambut hari yang cerah. Pagi itu…

“Wah, sulit sekali ya oppa? Lalu bagaimana ciri-cirinya?” tanya Young Ae pada Sungmin. Mereka membicarakan bagaimana sulitnya berjuang untuk mendapatkan soul mate mereka.

“Ciri-ciri ini tidak terduga tanpa sepengetahuan kalian. Tiba-tiba kalian merasa sangat peduli dan ingin tahu tentang seseorang itu. Misalnya kalian ingin tahu sedang apa orang itu, apa dia baik-baik saja. Kalian juga akan merasa khawatir terhadapnya dan selalu ingin di dekatnya untuk menjaganya” jelas Sungmin.

“Tidakkah hyung merasakannya selama ini?” tanya Taemin.

“Anni-ya..”

“Lalu, bagaimana oppa bisa tahu?” giliran Rae Sun yang bertanya.

“Dulu aku sempat putus asa. Saat aku berjalan di pinggiran pantai, aku menemukan secarik kertas dalam botol. Tadinya aku tidak tertarik untuk membukannya, tapi akhirnya aku membukannya. Dan isinya tentang perasaan itu” jelas Sungmin sambil menikmati morning tea-nya.

Cerita itu terus berlanjut hingga mereka melakukan sesuatu untuk menemukan soul mate mereka.

***
Semua bersantai sambil menunggu makan siang tiba. Tapi tidak untuk Key. Dia masih merasa bersalah pada Rae Ra soal kemarin dan apa yang terjadi dulu. Key terus berjalan hingga hampir ke tengah. Tiba-tiba…

“Tolooongg!! Euuhh, toloong!!”

Key, terjebak di tengah pantai. Dia tidak dapat berenang *anggap saja Key tidak bisa renang ya readerdeul :p*. dia terus mencoba untuk mencari pertolongan. Tapi apa daya? Semua orang sibuk menyiapkan makan siang.

Rae Ra’s POV :
Makan siang kurang 15 menit lagi. Semua sudah menyiapkan segalanya. Tapi tidak untuk bocah tengik, Key. Di saat yang lain sibuk menyiapkan ini dan itu, dia malah bersantai jalan-jalan di pinggir pantai.

By the way, Key dimana ya? Ah, whatever, mau ke tengah pantai juga I don’t care..

“KEY!!”

Aku berlari secepat ddangkoma berlari  ke arah Key yang sedang mencari pertolongan karena dia terjebak di tengah pantai.

Key, tenanglah! Aku tak akan membiarkanmu dimakan hiu kalau kau terseret arus ke laut nanti *pletaaakk*.

“Rae..Raa!” dia terus teriak. Aku tahu dia pasti panik, karena dia tidak bisa berenang.

“Kajja! Key, bertahanlah..” setelah aku mendapatkannya, segera kubawa dia ke pinggir pantai dan menekan perutnya agar air yang ditelannya tadi keluar (?).

Key’s POV :
“Key, irreona! Gwaenchana?”

Kudengar samar-samar suara itu. Kemudian kubuka kedua mataku perlahan. Kulihat, yeoja yang basah kuyub berada di depan mataku. Ya, Lee Rae Ra..

“Rae Ra…”

“Key, kau baik-baik saja kan? Kau bisa bernafas sekarang?” tanya Rae Ra. Kulihat wajahnya tampak panic akan keadaanku.

“Ummb, ne..” jawabku singkat.

“Berterima kasihlah pada Rae Ra. Dia yang telah menyelamatkanmu dan memberimu nafas buatan” celetuk Yesung hyung. Nafas buatan?

“Gamsahamnida telah menyelamatkanku, Rae Ra..” ucapku tulus padanya.

Tapi setelah itu, dia pergi meninggalkan kami semua. Entah, pergi kemana..

***
Aku ingin menemui Rae Ra yang sedang duduk di bangku pantai sore hari itu.

“Rae Ra..”

“Ne?”

“Mianhae..”

“Wae?”

“Karena dulu aku sudah melakukan kesalahan yang begitu konyol. Membaca diarimu dan menyebarluaskannya pada orang lain. Aku merasa diriku konyol, bodoh. Ini benar-benar membuatku galau dan frustasi”

“Jadi, karena itu kau mencoba ke tengah pantai untuk bunuh diri? Baboya Key..”

“Anni.. itu karena tanpa sadarku aku berjalan ke tengah. Kau mau memaafkanku kan?”
Dia menatapku, lekat. Dan tersenyum. Ini baru pertama kalinya aku melihat ketulusan di senyumnya.

“Ne..”

“Oh ya, kenapa kau tadi menyelamatkanku? Bukankah kau sedang marah padaku?”

“Kau pikir apa? Harimau sedang mengamuk pun pasti akan menyelamatkanmu. Walau aku tak tahu setelah itu kau dimakannya atau tidak” EIGH?

“Neo.. aku ini serius >-<”

“Aku tau kan kau tidak bisa berenang. Aku takut kau terseret ombak sampai ke laut dan dimakan hiu, aku tidak tega..”

Bocah ini, terus saja membalas dengan jawaban aneh. Tapii….

“Gomawo sudah menyelamatkan hidupku, Rae Ra”

“Cheonma..”

“..juga, gomawo sudah memciumku. Kalau tidak, aku pasti kehabisan oksigen tadi”

“Cheon.. hah?!! Menciummu? Andwae! Itu tadi…”

“Lalu apa namanya kalau kau menempelkan bibirmu ke bibirku dan..”

“Hentikan Kim Key Bum! Awas kau ya!!”

Dia tampak shock saat aku bilang dia telah menciumku. Dia mengejarku sepanjang sore di pantai, tapi aku merasakan kejarannya tidak seperti biasanya yang menyeramkan. Entah mengapa momen ini, begitu membuat hatiku tenang dengannya. Aku rasa, aku sudah menemukannya.

Lee Rae Ra, kau lah belahan jiwaku :)

KEYRA’S MOMENT END

Kyaaaaaaaaa!!! Bagaimana nih reader-deul ceritanya? Gaje nggak? Semoga gaje, tapi nggak banget-banget yah, hehe.. mianhae, kalo konfliknya kurang ‘eehh’ *apa itu thor?* cz author masih dag dig dug ser mikir nilai UN dan hasil tes masuk SMA *e, malah curcol*.. tapi, minta doanya yang terbaik ya readerdeul :D

Dilanjut nggak ya ceritanya? Kalau banyak yang bilang gaje, aku STOP aja deh lanjutannya, biar kalian nggak pusing sama alurnya. Kalau mau dilanjut, RCL nya dong! Jempolnya dong! Biar author lebih semangat buat lanjutannya, ye? Jebal jebal jebal.. :D

GOMAWO kepada READERS yang setia mau membaca Fanfiction gajeku ini. MIAN ya kalo ada salah kata, typos maupun kelebaian bahasa (alias Lebey). Hehe…
Yesungdahlah kalo begitu.. AKU TUNGGU RCL DAN LIKE’Y YA READERDEUL TERCINTA :)
GoodBye….

0 komentar:

Poskan Komentar